Gubernur Banten: Kalau Dilarang Mudik Lebaran, Tempat Wisata Harus Ditutup - www.perssigap88.co.id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer




Gubernur Banten: Kalau Dilarang Mudik Lebaran, Tempat Wisata Harus Ditutup

Banten, Perssigap88.co.id - Pemerintah pusat melarang masyarakat mudik dimasa liburan lebaran 2021, namun disisi lain tempat-tempat wisata yang ada tetap diizinkan beroperasi. Aturan ini menjadi rancu, lantaran kebijakan tersebut saling bertolak belakang. 
Menurut Gubernur Banten Wahidin Halim, tempat wisata yang buka bisa menjadi tempat berkumpul dan berkerumunnya para pengunjung sehingga berpotensi besar sebagai klaster penyebaran virus Covid-19. Hal ini tentunya tidak sejalan dengan keinginan pemerintah melarang mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kita kepala daerah pastinya dilema dengan masalah ini. Masyarakat dilarang mudik, tapi tempat wisata diizinkan buka. Ini potensi besar menciptakan kerumunan dan penyebaran Covid-19. Maka itu, kami usul kalau memang dilarang mudik, ya tempat wisata ditutup juga," ungkap Wahidin Halim beberapa waktu lalu.

Kebingungan Gubernur terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat sangat beralasan. Lantaran Banten memiliki banyak lokasi wisata yang kerap didatangi masyarakat saat liburan panjang terutama wisatawan yang berasal dari wilayah DKI Jakarta.

"Kita (Provinsi Banten) memiliki garis pantai sepanjang 499,62 Km dan sangat terbuka. Dimana banyak pantai-pantai di Banten yang kerap dijadikan lokasi wisata masyarakat. Ketika masyarakat Jakarta tidak pulang mudik, pilihannya hanya satu yaitu berbondong-bondong ke Banten untuk berwisata. Ditambah dengan masyarakat Banten sendiri. Mau seperti apa keramaiannya kalau memang itu terjadi," terang WH.

Oleh sebab itu, WH berharap pemerintah pusat juga mengambil langkah tegas yang tidak menimbulkan tafsir lain. 

"Maka saya mengusulkan, kalau dilarang, dilarang semuanya. Kalau dibuka, dibuka semuanya. Dengan berbagai konsekuensi mulai dari perjalanan hingga di tempat wisata. Karena agak sulit bagi kami untuk melakukan penataan atau pelaksanaan protokol kesehatan. Ini yang kita hadapi. Karena, ternyata setelah ada aktivitas di tempat wisata, terjadi kerumunan. Yang terpapar (Covid-19) naik tajam. Namun begitu kami tetap mematuhi pemerintah pusat terkait hal ini," tandas Wahidin Halim.


(Red)





 

Heboh !! Perselingkuhan Oknum Anggota DPR-D -PNS Chantik Dicilacap Terkuak Melalui Cet Mesra
Kasus Mendoan Oknum Dewan Fraksi PKB Cilacap melalui Cet Mesra Secara Bertahap Terkuak
Pembangunan JLS Pengandaran-Yogyakarta Hampir Selesei Ada Potensi Korupsi
Pelaku Pemukulan Imam Masjid Saat Solat Subuh Di periksa Polisi
Anggota DPRD Provinsi Komisi D H. Mohammad Asheri S,PD Adakan Reses