Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

"Aneh" Preman Kampung Di Sampang Aniaya Dua Wanita Lansia

SAMPANG perssigap88.co.id  - Nasib naas di alami dua orang wanita lanjut usia (lansia) yang bekerjan sehari sebagai petani, 2 orang lansia sebut saja inisial LS (50) dan RS (64) warga asal Dusun Pelalangan Desa Gunung Maddah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang, mereka mengalami luka lebam akibat mendapatkan perlakuan tindak kekerasan (penganiayan) anehnya perbuatan itu dilakukan oleh tetangganya sendiri inisial MR.


Saat awak media melakukan klarifikasi korban penganiayaan korban RS memaparkan, bila pihak nya berharap 1 hari ini ada etikad baik dari MR untuk minta maaf, Senin (18/01/2021) pukul 11.30 wib “Sebenarnya kami dan keluarga agar masalah ini bisa di selesaikan secara kekeluargaan, Namun sampai 2x24 jam pihak keluarga  menunggu MR tak kunjung datang hingga akhirnya kami sekeluarga melaporkan ke pihak yang berwajib (Polisi), “ujar RS.

Masih kata RS, “kejadian itu terjadi di warung Simpang 3 Tengah jalan Dusun Bangian, saya di seret dari atas sepeda motor oleh MR, kemudian saya di dorong sampai 4 kali dan jatuh ke bawah yang ada batunya serta di air yang becek, “ungkapnya.

“Kemudian saya di suruh makan nasi dan anak prempuan saya tanya ke MR, Kamu apakan orang tua saya, tapi MR dengan tegas menjawab “biarkan walaupun mati”, Akibat kejadian itu saya tidak bisa bekerja lagi selama 20 hari, “jelas RS.

Sementara itu kuasa hukum RS dan LS, Nata Saeha Saputra, SH saat mendatangi RSUD Dr Mohammad Zyn untuk meminta hasil dari visum korban penganiyaan hanya di temui oleh salah satu staff Rumah Sakit, Senin (18/01/2021) pukul 14.00 wib.

“Maaf pak untuk hasil visum pihak kami tidak bisa memberikan, kecuali bapak membawa surat yang legal dan surat kuasa keluarga serta kunci untuk menyimpan berkas itu (lupa) naruhnya, “ujar Nata Saeha Saputra SH saat menirukan gestur dari salah satu staff RSUD Dr Muhammad Zyn.

Pengacara korban merasa kecewa atas jawaban yang di berikan oleh staff Rumah Sakit yang di nilai kurang fleksibel dan logis.

“Saya sangat kecewa dengan jawaban yang di berikan dari pihak Rumah Sakit, katanya juga dengan alasan pandemi Covid-19 jam kerjanya di buat shiff (Rolling), “ungkap Saeha sapaan karibnya.

Masih kata Saeha, “kalau memang pandemi Covid-19 yang di jadikan alasan, seharusnya pihak Rumah Sakit harus di tata yang rapi atau sefleksibel mungkin dari awal.

Sebenarnya ini bukan Tindak Pidana Ringan (TIPIRING) tapi sudah kasus kriminal, karena dari MR sudah melakukan penganiyaan yang menimbulkan luka dan apalagi ada kata kata dari si pelaku mengucapkan “biarkan saja walaupun mati”, “pungkasnya.



 (Redaksi)









 

Posting Komentar untuk ""Aneh" Preman Kampung Di Sampang Aniaya Dua Wanita Lansia"

Pasang Iklan / Adv Bawah ini.