Diduga Ancam Awak Media Sambil Mengepalkan Tangannya Seraya Bilang " Awas Kamu Ya " - www.perssigap88.co.id
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Diduga Ancam Awak Media Sambil Mengepalkan Tangannya Seraya Bilang " Awas Kamu Ya "

Cilacap ,  perssigap88.co.id  - Sebuah permintaan untuk klarifikasi dan mediasi terkait pemberitaan disalah satu media online berjudul " Wartawan Media Online di Cilacap Diduga Diintimidasi Karena Sebuah Pemberitaan " yang di rasa keberatan oleh seseorang yang diduga tidak ada di dalam pemberitaan.


Dengan adanya permintaan mediasi dan klarifikasi oleh seorang tersebut diduga yang datang paling banyak lima orang untuk klarifikasi namun anehnya yang datang sekitar 50 orang lebih  yang diduga gabungan dari wartawan dan komunitas tani Kedungborang bersatu pimpinan Kusmiadi di hari Sabtu tanggal 11/07/2020.

Klarifikasi tersebut  diadakan di Desa Rawajaya kecamatan Bantarsari kabupaten Cilacap yang tampa di sangka dengan datangnya puluhan orang dengan menggunakan 6 (enam) kendaraan roda empat dan juga sepeda motor sehingga tuan rumah tidak terima dengan kejadian tersebut.

Menurut Mugiono awak media Kicaunews.com, bahwa dari rombongan yang datang di malam tersebut terlihat juga Gatot Harna dan Kusmiadi beserta anggota komunitas tani Kedungborang bersatu yang melihat acara klarifikasi dan mediasi tersebut.

Awak media ini Agus saat di tannya tentang apakah ada intimidasi seperti yang tertung di dalam tulisan yang muncul di dalam berita tersebut, Agus menjawab dengan lantang bahwa saya mendapatkan tindakan yang di kategorikan sebuah intimidasi karena diminta menghapus berita yang sudah ia kirimkan ke redaksi dan muncul di media online www.perssigap88.co.id, berjudul " Dugaan Pungli Alasan Untuk Mengundang Pihak polda Semarang Para Patani Tidak Terima " dan Agus juga merasa ada pemaksaan terhadap dirinya agar melakukan permintaan maaf yang di Vidiokan melalui telfon seluler.

Serta lain hal dengan Saefullah Firmansyah saat klarifikasi yang juga sebagai seorang jurnalis saat di minta menghapus berita yang  menurut Warto dianggap tidak sesuai fakta dilapangan, Namun sayangnya Saefulloh menganggap bahwa berita tersebut sesuai dengan fakta yang di dapat saat peliputan dan juga dengan bukti akurat maka permintaan Warto yang meminta untuk penghapusan berita tersebut ditolak.

Namun tidak di sangka sebelumnya setelah permintaan klarifikasi dan mediasi di tutup dengan damai namun diduga ada sekelompok orang yang ikut rombongan komunitas tani Kedung borang bersatu pimpinan kusmiadi mencoba membuat kericuhan di tempat tersebut dengan meneriakan dengan suara keras "bahwa acara belum selesai".


Namun saat Mugiono memberikan penjelasan, diduga anggota dari kelompok komunitas tani Kedungborang bersatu meluapkan emosinya dengan sebuah ancaman "bahwa akan di hadapkan dengan masa", selain itu dari salah satu anggota rombongan yang bernama Trisno yang tempat tinggalnya sebagai tempat untuk sekertariat kelompok tersebut dan juga diduga ia (Trisno)red, juga salah satu anggota komunitas Kedung borang bersatu pimpinan Kusmiadi yang ikut melihat proses klarifikasi sambil mengepalkan tangannya seraya bilang " awas kamu ya " dengan wajah yang penuh dengan emosional kepada pihak yang telah diminta untuk klarifikasi.



continued


Redaksi




HATI-HATI MODUS PENIPUAN YANG MENCATUT NAMA MEDIA INI !!!! WARTAWAN KAMI NAMANYA TERCANTUM DI BOX REDAKSI


WARNING : WARTAWAN KAMI DIBEKALI ID CARD DAN SURAT TUGAS JIKA ADA YANG MENGAKU DARI WARTAWAN KAMI TAPI TIDAK BAWA KARTU PENGENAL YANG DI SEBUTKAN DI ATAS TOLONG HUBUNGI REDAKSI DI NOMER TELFON WATSAPP : 085231450077 TERIMAKASIH ATAS INFORMASINYA KAMI UCAPKAN.

Post a comment for "Diduga Ancam Awak Media Sambil Mengepalkan Tangannya Seraya Bilang " Awas Kamu Ya ""

Sejumlah Tokoh dan Warga Bayah Tolak Rencana PT GMC Sedot Pasir Emas
Nelayan Usir Paksa Kapal Sedang Ngebor di Laut Bayah
HUT PGRI ke-75, Ranting IV Kecamatan Malingping Gelar Acara Temu Kangen
SENIMAN  BERSHOLAWAT UNTUK KEMENANGAN FORSATU ERJI  DI SURABAYA
Hujan Tak Halangi Satgas Covid-19 Cilacap Melakukan Operasi Masker