Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Tuntut Perbaikan, Warga Lakukan Aksi Mancing Bareng Di Jalan Mirip Kolam Ikan

Banten, Perssigap88.co.id - Lantaran jalan satu-satunya akses perekonomian masyarakat rusak parah yang tak kunjung diperbaiki, warga Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak lakukan aksi mancing bareng di jalan yang berubah menjadi kubangan air menyerupai kolam ikan, Kamis (28/05/2020).


Pada aksi yang dilakukan di jalur Pasarkupa - Warung Uyum tersebut terbentang spanduk bertuliskan: 'Karak Babaraha Bulan Jalan Pasarkupa Lebak Siuh Geus Ajur Deui Ampun Pamarentah' (red - Baru beberapa bulan jalan Pasarkupa Lebak Siuh sudah rusak lagi ampun Pemerintah). 

Salah satu warga setempat, Ridwan mengatakan, hal itu dilakukan warga Cigemblong sebagai bentuk protes kepada pemerintah, lantaran jalan tersebut baru beberapa bulan sudah kembali rusak. 

“Ini sebagai bentuk protes kami kepada pemerintah. Warga Cigemblong menginginkan untuk segera di perbaiki. Saya merasa aneh kenapa jalan ini baru  beberapa bulan saja sudah rusak kembali padahal anggaran yang di alokasikan untuk pembangunan jalan ini miliaran rupiah,” kata Ridwan.

Menurut Ridwan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses perekonomian warga Cigemblong  menuju Kecamatan Malingping, dan Kabupaten Lebak yang harus segera diperbaiki.

“Kami mendesak kepada pemerintah untuk cepat tanggap dan segera di perbaiki,” tegasnya.

Hal senada di katakan Lukmanul Hakim. Katanya, aksi tersebut sengaja dilakukan tiada lain karena keinginan masyarakat Cigemblong kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Lebak untuk segera memperbaikinya.

“Jangan sampai di perbaiki hanya di tambal pake batu krikil doang itu juga tidak tuntas,” ujar Lukman.

Selain itu, kata aktivis mantan Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) ini anggaran yang dialokasikan bukan anggaran yang sedikit, sebelumnya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler tahun 2019 sebesar Rp 3 miliar lebih, dan ditambah lagi anggaran dari APBD Kabupaten Lebak sebesar Rp 2 miliar lebih.

“Kami sebagai masyatakat Cigemblong merasa aneh anggaran sebesar itu dikemanakan, masa baru beberapa bulan sudah rusak parah seperti itu. Kami menilai dalam pelaksanaan pengerjaan jalan ini terkesan asal-asalan, masa anggaran yang begitu besar kualitas jalannya seperti ini,” terang Lukman.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum Kepolisian, Kejaksaan untuk mengevaluasi dan mengusut terkait anggaran yang di alokasikan pada pembangunan jalan tersebut.

“Saya mendesak kepada aparat penegak hukum untuk mengevaluasi dan mengusut tuntas dalam pengalokasian anggaran ini, lantaran kualitas jalan ini sangat memperihatinkan, masa anggaran miliaran rupiah seperti ini,” tegas Lukman. 





(Fay/*red)