Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Warga Malingping Ikuti Rapid Test Massal Covid-19

Banten, Perssigap88.co.id - Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mengadakan scrining dan Rapid Test di lingkungan pasar Malingping, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping dengan sasaran sebanyak 250 orang, Jum'at (29/05/2020).


Koordinator Lapangan Scrining, Bakhtiar, SKM,. M.Epid, kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan Scrining bertujuan untuk deteksi dini dan melihat apakah di suatu wilayah ada paparan Covid-19 atau tidak.

“Tujuan kegiatan kami ini adalah untuk deteksi dini, melihat apakah ada paparan Covid-19 di suatu wilayah, dan kami berharap agar masyarakat antusias mau diperiksa, karena pelayanan ini untuk mendeteksi sedini mungkin dari keberadaan penyakit tersebut, adapun hasilnya seperti reaktif dan non reaktif, reaktif bukan berarti mengidap penyakit tersebut, ini hanya menapis saja dan nanti bisa diperiksa lebih lanjut, dan perlu diketahui RDT bukan alat diagnostik,” ujar Bakhtiar selaku koordinator kegiatan di tengah kesibukannya.

Ditempat yang sama, Camat Malingping Cece Sahroni mengatakan dipilihnya halaman Alfa midi sebagai tempat dilakukannya rapid test ini karena sesuai dengan sasaran dan untuk memudahkan pemeriksaan bagi siapa saja yang kebetulan berada di lingkungan pasar sebagai tempat mobilitas keseharian masyarakat. 

Selanjutnya Cece pun mengapresiasi terhadap Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak beserta tim gugus tugas Covid-19 yang telah peduli terhadap warganya.

"Dengan diadakannya Rapid Test ini, ya, kami sangat berterima kasih  terutama kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak yang mana betul-betul peduli pada kesehatan terutama kepada warga kami, warga Malingping," ucap Cece.

Kegiatan tersebut disambut baik oleh masyarakat pada umumnya, diantaranya Risma (26).

Warga sekitar yang mengaku dari pasar Malingping ini merasa penasaran untuk memanfaatkan kesempatan tersebut guna lebih memastikan kesehatannya.

"Dari pasar, ingin tahu aja pak, soalnya ada batuknya, tapi udah berobat mendingan sekarang udah sembuh, cuman takut aja, untuk memastikan," ucap Risma. 

Selain itu, lanjut Risma, adanya Rapid Test massal bagi dirinya sangat membantu.

"Menguntungkan aja, buat biaya-biayanya karena lumayan," seloroh Risma sambil berharap semoga hasilnya tidak ada yang dinyatakan positip. 

Berdasarkan informasi yang diterima, karena keterbatasan waktu, dari sasaran 250 peserta rapid test hanya bisa diikuti 152 orang dan semuanya dinyatakan non reaktif atau negatif.





(Fay)