Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Virus Covid 19 Diduga Lumpuhkan Perekonomian Para Masyarakat Menengah Kebawah

Opini - perssigap88.co.id - Dengan maraknya virus yang sangat bar bahaya bagi jiwa manusia yang kini sedang mengguncang seluruh perekonomian dunia bahkan dengan adanya virus tersebut pemerintah keluarkan fatwah agar kepada segenap warga negara khususnya Indonesia untuk tidak melakukan aktifitas di luar rumah, "hal tersebut mendapat kecaman dari sebuah akun Facebook bernama Alif Lingkar pada tanggal 27 Maret 2020 kemarin di media sosial terbesar di dunia tersebut.

Ini Ungkapan akun Facebook bernama Alif "Kami di suruh diam di rumah, kami ikuti, Untuk membatasi ataupun memutus penyebaran virus CORONA yang mewabah, bahkan Kami di anjurkan untuk bekerja di rumah saja, Anak anak kamipun di liburkan sekolahnya dan di gantikan dengan metode pembelajaran jarak jauh, Itupun kami ikuti karena kepatuhan kami sebagai warga negara atas himbauan pemimpin kami. 

Tapi pernahkan Bapak-Bapak pikirkan tentang kondisi kami, terutamanya kami para warga Bapak yang penghasilannya harian...?? Yang kalau "TIDAK BEKERJA TIDAK MAKAN" contoh Para ojol, (transportasi online), Pengamen, Para kru bangunan, Tukang sorak, Musisi, Pedagang gorengan, Abang bakso, Tukang perabot keliling dan para pekerja harian lain yang begitu banyak di Republik tercinta ini...??.

Mungkin Mereka para pejabat yang mendapatkan fasilitas serta gaji dari Negara tidak ada masalah, yang kebutuhan dapur dan sumur serta kasur pun di tanggung negara.

Jikalau panik sedikit saja langsung memborong kebutuhan sembako di Indomaret Lhaaa kami....??, Yang kadang untuk beli sayuran saja terkadang ngutang pada Mbak pedagang sayur yang juga kami tahu terkadang modalnya pun juga dari para rentenir keliling.

Dan juga dengan anak anak kami yang di suruh belajar dengan metode jarak jauh atau via online yang butuh alat komunikasi henpon android ataupun laptop untuk menunjang semua itu.

Bagaimana dengan saudara kami yang lain yang anaknya mungkin saja 3 atau 4 bahkan 5 yang bersekolah apakah harus mempunyai henpon ataupun laptop untuk menunjang proses pembelajaran tersebut Sedangkan
Kami hanya punya henpon Satu untuk bekerja jadi ojol, meskipun terkadang pulsanya menunggu masa tenggang baru di beli.

Mungkin bagi para Pejabat yang mampu untuk menyediakan semua itu tidak menjadi masalah. Bagaimana dengan kami pak...??? jangan kan untuk beli hp dan laptop, beli pulsa dan paketnya saja terkadang kami tak mampu. Apakah hal demikian Bapak juga pikirkan...??.

Ungkap orang tersebut yang mengaku dari Asosiasi buruh, ojol, pedagang sayur dan pedagang Kaki Lima.




Syam