Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Sering Difoto, Pasangan Lansia Dhuafa Harapkan Bedah Rumah

Lebak-Banten, perssigap88.co.id - Program Bedah Rumah yang sering terdengar di telinga menjadikan sebuah pengharapan bagi kebanyakan masyarakat yang tidak berkemapuan.

Umar Umaya (63) dan Rumsah (63), pasangan manula tergolong dhuafa yang hidupnya serba kekurangan adalah salah satu yang mengharapkannya. Rumah seadanya sebagai tempat tinggal yang dibangun sekitar tahun 2003 terbuat dari bahan kayu dan bambu itu merupakan satu-satunya harta yang dimilikinya, kini hampir roboh sudah sangat  tak layak huni dan mengkhawatirkan keselamatan, bahkan suatu ketika Rumsah pernah tertimpa genteng dan patahan kayu yang jatuh karena lapuk. 

"Saya sangat mengharapkan bantuan dari siapapun untuk memperbaiki rumah saya, pak. Saya takut waktu saya tidur rumah saya roboh dan menimpa saya dan suami saya," ucap Rumsah penuh harap.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, warga 07/02 kampung Cihuni, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak ini hanya mengandalkan dari keuntungan hasil jualan kue donat  dan gemblong (makanan khas terbuat dari ketan) yang ia buat sendiri dengan modal untuk beli bahan bakunya dapat pinjam dulu, itupun tak seberapa. Sementara suaminya, Umar sudah tidak mampu lagi untuk melakukan kerja  sebagai buruh serabutan. Ia hanya bisa membantu isterinya mencarikan kayu bakar. Sedangkan anak-anaknya hidup di daerah yang jauh sebagai buruh kasar.

"Tiap pagi saya bikin kue donat dan gemblong untuk dijual, alhamdulillah suka dapat untung rata-rata Rp. 20.000, kayu bakar dan kelapa mah ga dihitung, adapun untuk beli tepung atau beras ketannya saya cari pinjaman dulu dan dibayar oleh hasilnya,"
ujar Rumsah.

Ketua RT 07/02, Itoh mengatakan jika warga penerima program BPNT tersebut tergolong dhuafa yang perlu mendapat perhatian. Itoh pun mengatakan bahwa dirinya telah mengajukan untuk dilakukan bedah rumah termasuk warga yang lainnya.

"Saya sudah mengajukan bedah rumah untuk Mak Rumsah sekalian dengan rumah warga yang lain, bahkan hampir tiap tahun rumah warga ada yang motoan, katanya untuk bedah rumah, tapi sampai sekarang rumah Mak Rumsah belum pernah ada yang memperbaiki,' aku Itoh.

Dikonfirmasi, Sekeretaris Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Erwin Riswandi, S.IP., membenarkan jika di wilayahnya masih banyak warga yang memiliki rumah yang tidak layak huni.

"Benar, di desa kami masih banyak rumah yang tidak layak huni, dan kami sudah mengajukannya beberapa waktu lalu," ujar Erwin", Selasa, 03/03/2020. 



 (Fay)