Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

LSM dan Ormas Pertanyakan Pencapaian Sampang Hebat Bermartabat Selama Satu Tahun

SAMPANG,  perssigap88.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  lembaga advokasi dan kajian rakyat (Laskar Trunjoyo) Kabupaten Sampang bersama Forum Madura Bersatu (Formabes) gelar aksi audiensi terkait hasil kinerja Bupati dan wakil bupati sampang yang sudah berjalan 1 (Satu) tahun lebih memimpin kabupaten sampang.

Dalam gelaran itu , sejumlah peserta audensi yang di komandoi oleh Moh. Hari dan H Maula. Pertanyakan janji politik yang pernah di lontarkan saat kampanye di pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2018 lalu, menurutnya, sejauh kepemimpinan kepala daerah sekarang ini, untuk kemajuan kabupaten sampang masih tanda tanya.

“Jargon pemimpin kabupaten sampang ini kan sampang hebat bermartabat, dari mana kesimpulan hebat itu bisa di artikan cepat dan tepat serta bermanfaat dalam melakukan perubahan. Namun ketiga uraian tersebut mana yang bisa dipertanggung jawab kan,” terang Hari usai audiensi di kantor pemerintah kabupaten (Pemkab) sampang, Selasa (03/03/2020).

Selain itu, Hari sapaan akrabnya juga mempertanyakan terkait pengadaan mobil dinas (Mobdin) yang menguras APBD kabupaten sampang dan realisasi kesejahteraan masyarakat khususnya kartu sampang hebat (KSH) yang di gadang-gadang mampu mendongkrak kesejahteraan para guru honorer, namun masih belum terealisasikan keseluruhan dan terkesan prioritas hanya untuk sekolah Negeri.

“Pengadaan Mobil dinas ini kan hanya pemborosan APBD saja dan terkesan tidak bermanfaat untuk masyarakat sampang, apalagi anggaran pengadaannya itu tidak main-main. Lebih baik anggaran sebesar itu di alihkan untuk tunjangan para guru GTT. Di mana peran seorang guru adalah Mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.

Sementara Bupati sampang H Slamet Junaidi yang di dampingi sekretaris daerah (Setdakab) dan sejumlah kepala OPD kabupaten sampang, menanggapi semua aspirasi yang di sampaikan oleh para lembaga, menurutnya, terkait pengadaan mobil dinas tersebut untuk meningkatkan kinerja dari semua instansi.

“Dengan di adakannya pembelian mobil dinas menggunakan APBD ini untuk meningkatkan kinerja dari masing-masing instansi. Karena mobil dinas yang ada itu keluaran tahun 2008 bahkan sudah sering mogok,” ungkap H Slamet Junaidi saat menemui para audiensi di aula pemkab sampang.

Lanjut Aba Idi, sapaan akrabnya menjelaskan, ”Di anggarkannya mobil dinas tersebut, bukan untuk mencari kemewahan ataupun hal yang lain. Saya melihat memang di situ benar-benar membutuhkan, dan itu pun nanti dengan sistem informasi pinjam pakai,” imbuh orang nomor satu di kabupaten sampang tersebut.

Sementara secara kelembagaan Laskar trunojoyo dan Formabes menyatakan menolak terkait pengadaan pembelian mobil dinas yang di anggarkan dari APBD kabupaten sampang tersebut. Selain itu mereka juga akan melakukan aksi turun jalan, sebagai bentuk protes kekecewaan masyarakat sampang. 



Redaksi