Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Penjegalan Atas Pemberitaan Di Sebuah Media Pimpinan Perusahan Angkat Bicara

Perssigap88.co.id     |        Berita Madura Post.co.id saat dishare di akun media sosial Facebook ter-Spam atau bisa di bilang terjegal tidak bisa dibaca oleh netizen, dugaan sementara Pemosting mendapat laporan postingan jika berita Madura Post melanggar standar komunitas.

Meski demikian, jajaran tim informasi teknologi Mp tidak ambil diam, Mereka langsung melakukan banding gugatan ke perusahaan FB. Jika diterima, dalam waktu dekat akan kembali normal.

Pimred Madura Post Ahmad Marul Saleh mengatakan, klaim pelaporan berita Mp stop viral di FB dilakukan sekelompok yang merasa kurang senang terhadap pemberitaan di Mp. Kelompok tersebut diduga dari golongan pemerintah.

“Berdasarkan hasil komunikasi dengan tim IT Mp, ada tiga pemerintah di Madura yang diduga telah melakukan pelaporan ke FB dan memohon untuk menyetop viral di FB, klaim yang diajukan berita Mp melanggar komunitas,” kata Marul.

Dikarenakan sebelumnya ada beberapa berita yang tayang mengungkap sebuah fenomena kasus dan prospek pembangunan di seluruh daerah kuhusnya berita medura itu yang dinilai jadi acuran klaim pelanggar komunitas oleh pihak Facebook.

“Kalau di telusuri langsung ke website Madurapost.co.id bisa, cuma berita tidak bisa di share ke FB,” ungkapnya.

Pimpinan perusahaan "PT. Delapan Delapan Grup"  Syamsul Hidayat, "meyangkan atas apa yang di lakukan oleh pihak pemerintah derah yang diduga telah melakukan hal yang sangat tidak terpuji tersebut, "Kalaupun tidak suka dengan pemberitaan yang di lakukan oleh para awak media harusnya mereka bisa intropeksi diri atas apa yang di lakukanya dalam hal kinerja atau dalam mengolah anggaran Negara ungkap direktur perusahan ini, saat di datangi awak media.

lanjut Syamsul Hidayat, "Saya sebagai pimpinan perusahan sangat mensuport atas apa yang di lakukan oleh Pimred media Madurapost.co.id ini atas kesigapan dia untuk melakukan efaluasi atau Perbaikan, kecekatan dia saat media yang ia naungi mendapatkan teror dari pemerintah-pemerintah daerah  nakal di wilayah madura ini ungkap Sayamsul lagi.




Redaksi