Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

*Papua Bicara Statusnya di NKRI : Negara Wajib lihat Papua 25 Tahun Kedepan*


JAKARTA PERS.SIGAP88.CO.ID Dialog Selasa kedua, Jelang Kongres II Partai NasDem – Papua bicara masa depannya di NKRI, Papua butuh pemerintah selesaikan masalah dengan menggunakan metode pendekatan secara adat istiadat atau sosial budaya bukan pembangunan infrakstruktur atau pembangunan Instana, sebab jika Papua aman, tentu Indonesia akan aman sentosa. Selain itu, Negara wajib melihat kesejahteraan  Papua 25 tahun kedepan.

"Menyelesaikan masalah Papua wajib lewat adat Istiadat atau sosial budaya bukan pembangunan Istana atau lain-lain yang tidak menguntungkan masyarakat  asli Papua. Pemerintah pun wajib melihat dan membuat sebuah program  abadi untuk Papua dalam jangka panjang kedepan. Hal ini diungkapkan dan ditegaskan oleh pemateri Befa Yigibalom, SE.,M.Si selaku Bupati Lanny Jaya, Propinsi Papua kepada Pemerintah Pusat, pada acara Kongres II Dialog Selasa dengan thema “Papua bicara Papua : dari Papua untuk NKRI” di Auditrium DPP Partai NasDem-Menteng Jakarta Pusat, Selasa 10/09/2019.

Dalam acara Dialog Selasa Partai NasDem tersebut, dihadiri oleh Pemateri undangan lainnya yakni Sulaeman L Hamzah, Robert Rouw Anggota DPR RI terpilih Partai NasDem dari dapil Papua, dimoderatori oleh Najla Hilabi.


Kader Partai NasDem kedepan, Befa sapaannya mengatakan, kasus rasis “you monkey, kulit hitam, rambut kariting”  kepada orang Papua bukan baru saja terjadi di Negara ini, tetapi sudah berulang-ulang terjadi di tahun sebelumnnya yang dilakukan oleh orang kulit putih contoh : kasus penghinaan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di Surabaya dan Malang atau kasus penghinaan ketika Persipura bertanding tandangnya lawan.

“siapa yang tidak ingin kulit terang, rambut lurus. kami juga tidak ingin kulit hitam, rambut kariting tapi karena kehendak Tuhan maka kami harus terima kenyataan yang terjadi dan tidak bisa mengelaknya. Sehingga menghargai arti perbedaan RAS itu penting,” tegas Bupati Lanny Jaya, kandidat terkuat Gubernur Papua Kedepan.

Kasus penghinaan Rasis Papua sudah terjadi di tahun sebelumnya dan tahun 2019 ini, kita tidak bisa mengelaknya.

"Masalah ini sudah terjadi, sehingga mengundang masyarakat  Papua bangkit dari amukannya disegalah tempat sehingga Pemerintah atau Negara ini harus bertanggung jawab dan segera selesaikan persoalan  ini dengan menggunakan metode pendekatan  humanis secara adat  di Papua bukan di Instana Kepresidenan,"Ungkap Bupati dua periode tersebut itu.

Bupati Lanny Jaya, Befa mengungkapkan, Pembangunan infrastruktur di Papua pun tidak dinikmati oleh orang asli Papua tapi dinikmati oleh orang pendatang. 

Befa mengatakan, Negara ini harus adil untuk penyamarataan pembangunan, baik pembangunan SDA atau SDM. 

“kasihlah kesempatan orang Papua berkreasi menjadi Menteri kah, menjadi Dirjen kah, kepala Dinas kah di kementerian kah, formasi khusus sekolah kedinasan (IPDN, AKABRI,STAN dll) secara khusus. Disegala lini orang Jawa sudah kuasai, lantas kami kuliah capek-capek untuk apa bagi negara ini”,Tanya Befa kader Partai nasDem itu.

Pria kelahiran Lanny Jaya ini menambahkan, Papua tetaplah NKRI, NKRI tetaplah Papua, kami tidak butuh segalahnya dari Negara ini, kami butuh perhatian khusus," tegas Befa ada acara Dialog Selasa, Jelang Kongres II Partai NasDem bulan November mendatang.

“Menteri jangan hanya duduk di Jakarta baru bicara, ayo ke Papua kita cari jalan keluar dan cari solusi untuk mengatasi persoalan rasis ini. Masih banyak masalah yang ada di Papua yang perlu diselesaikan secara rutin,” tutup Befa kepada seluruh peserta Dialog Selasa tersebut.



Fridrik Makanlehi

Post a comment for "*Papua Bicara Statusnya di NKRI : Negara Wajib lihat Papua 25 Tahun Kedepan*"