Hoaks Dan Ujaran Kebencian, Facebook Sudah mengatur Hal Tersebut - www.perssigap88.co.id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer


Hoaks Dan Ujaran Kebencian, Facebook Sudah mengatur Hal Tersebut

Jakarta perssigap88.co.id - Berita hoaks atau bohong masih menjadi tantangan di tengah kenaikan pengguna internet dan media sosial dalam tiga tahun terakhir, jumlah hoaks yang tersebar di berbagai platform di Indonesia cenderung meningkat. 

Kondisi itu tentu saja meresahkan banyak orang dan menimbulkan konflik serta perpecahan bangsa, bahkan, hoaks dan ujaran kebencian dapat memicu aksi terorisme, terutama karena tingkat literasi masyarakat yang belum merata di Indonesia.


Dari data yang dihimpun Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), jumlah hoaks yang tersebar di Indonesia pada 2019 mencapai 1.221 hoaks. Kemudian, pada 2020 meningkat menjadi 2.298 hoaks.

Facebook sudah menindak 22,1 juta konten ujaran kebencian pada Juli hingga September 2020. Sekitar 95 persen di antaranya diketahui secara proaktif melalui sistem kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI).

Sementara itu, berdasarkan riset Mafindo, hoaks mengenai agama, politik, dan kesehatan menduduki peringkat tinggi, direktorat jenderal bimas kementerian agama RI Ahmad Syamsuddin menilai betapa berbahayanya jika hoaks agama, kesehatan, dan politik saling berkelindan karena potensi daya rusaknya luar biasa.

"Hoaks yang bertema agama tidak hanya menyerang akal, tetapi juga menancap di hati, sangat sulit membujuk orang yang sudah termakan hoaks agama, Karenanya upaya kolaborasi melawan hoaks sangat penting dilakukan," jelas Ahmad dalam siaran pers yang disampaikan Mafindo, pada hari Sabtu (05/06/2021).

Ahmad menyampaikan pendapat itu dalam acara seminar daring dipadu dengan luring dengan judul “Merawat persatuan dan kesatuan bangsa dengan melawan Hoaks serta ujaran kebencian" di Jakarta pada Kamis (03/06/2021). Acara untuk memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2021 ini digelar oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). 

Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho juga menyatakan pentingnya mengajak semua elemen masyarakat untuk memerangi hoaks, menurutnya, akar masalah hoaks di Indonesia itu kompleks tidak hanya karena literasi digital masyarakat yang belum merata, tetapi juga karena dipicu polarisasi yang belum reda, di tambah menurunnya kepercayaan publik kepada institusi resmi dan media pers, di tengah naiknya peran jurnalisme warga yang belum semuanya memahami kode etik jurnalistik. "Upaya komprehensif menangani hoaks ini harus melihat dari akar masalahnya," kata Septiaji. 

Pengamat intelijen Universitas Indonesia, Ridlwan Habib, mengatakan, saat ini konflik yang terjadi di Papua dan Poso, misalnya, sangat potensial bertambah parah apabila ditambah dengan maraknya hoaks dan ujaran kebencian.

Noudhy Valdryno, Politics dan Government Outreach Manager Asia Pacific Facebook, menyebutkan, "Facebook telah mengatur berbagai jenis pelanggaran yang ada, misalnya menyangkut kekerasan dan hasutan, konten sadis, organisasi berbahaya, perundungan dan pelecehan, penipuan, berita bohong, bunuh diri, barang dengan izin khusus, dan sejenisnya yang merupakan salah satu bentuk pembatasan dari facebook. Mafindo dan beberapa media di Indonesia juga merupakan mitra Facebook dalam melakukan periksa fakta dan penanda (flagger)".


Redaksi




 

Posting Komentar untuk "Hoaks Dan Ujaran Kebencian, Facebook Sudah mengatur Hal Tersebut"

Ada Apa Kab. Cilacap?... Ratusan Kontraktor Akan Datangi Kantor Bupati
Kafe Di Sampang Menjamur Adu Fisik Kedua Cewek Tak Terhindarkan
Bongkar monopoli Proyek!! Kontraktor Geruduk Kantor Bupati Cilacap
Kasus Selingkuh Sekarang Oknum Pejabat Dinas P&K Cilacap Diduga Menghamili PKL Anak SMA
Dua Orang Santri Hanyut di Pantai Karangseke, Satu Selamat, Seorang Lagi Belum Ditemukan
Adu Visik Dua Wanita Di Sampang Hanya Karena Cemburu Buta
Giliran PUPR Cilacap Memanas Isu Ratusan Kontraktor Akan Unjuk Rasa Di Depan Kantor Bupati




"Saya Tegaskan Untuk Rakyat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Harap Melapor..! "
Carok Di Sampang Satu Orang Luka Parah Satu Orang Mati
Saudara Sepupu Di Banyuates Melakukan Sumpah Pocong Gara-Gara Tuduhan Santet
Pelipis Mata Yustinus Zebua Alias Ama Sukur Luka Akibat Dianiyaya DS Alias Ina Yosua Istri Kepala Sekolah SMP N.1 Hilimegai Menggunakan Cangkul
Aksi Bugil Ibu- Ibu Saat Tanahnya Di Serobot
SPBU Nakal Di Banyuangi Akan Di Laporkan Oleh Konsumen
Perampok Sepeda Motor Menggunakan Mudus Baru Di Blega Bangkalan
Carok Masal Di Daerah Kramat Pamekasan Berawal Dari Futsal