Barokah Ramadhan Permintaan Talas Beneng Pandeglang Meningkat - www.perssigap88.co.id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer




Barokah Ramadhan Permintaan Talas Beneng Pandeglang Meningkat

Pandeglang (Banten), Perssigap88.co.id - Bulan Suci Ramadhan 1442 H saat ini membawa berkah bagi petani talas beneng di Kabupaten Pandeglang. Lantaran, saat ini permintaan talas didalam negri mengalami peningkatan.  
Meski demikian, pasokan talas dari para petani masih kekurangan sehingga mengakibatkan Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng (Asputaben) tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar yang lumayan tinggi. 

"Mulai dari bibit, umbi sampai ke daun banyak sekali permintaan dibulan Ramadhan ini. Umbi sudah rutin di 90 ton, itu dulu kita mendapatkan di angka dua sampai satu minggu. Tapi sekarang 90 ton itu hanya 1 bulan karena umbinya yang kurang, karena talas beneng ini sekarang sudah mulai buming," kata Ketua Asputaben Kabupaten Pandeglang, Ardi Maulana, Kamis (15/04/2021). 

Ardi menuturkan, bertambahnya permintaan umbi dibulan suci Ramadhan karena beberapa pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai mempersiapkan beberapa kue untuk dijual pada hari raya Idul Fitri tiba. 

"Dan permintaan untuk umbinya semacam UMKM misalnya, untuk kripik, brownis, berasnya, sabun, makaroni dan untuk kue-kue di lebaran. Dan daun-daun juga permintaan semakin besar. Permintaan di bulan ramadhan," ucap Ardi. 

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk terus menambah petani yang memanfaatkan lahan tidur agar digalakan untuk penanaman talas beneng.

Dari yang sebelumnya pembelian bibit dalam satu minggu hanya diangka 70 ribu bibit, kini bertambah menjadi 260 ribu. 

"Penambahan petani juga saat ini alhamdulilah meningkat. Saya harap kedepan petani-petani yang punya lahan tidur bisa berbudi daya talas beneng. Karena yang kemarin tadinya hanya order bibit saja biasa di angka 70 ribu, sekarang sudah sampai 260 ribu per minggu. Permintaan di bulan ini untuk benih saja hampir 700 ribu benih. Untuk di 70 hektare," ucapnya. 

Untuk saat ini petani yang berada dibawah binaan Asputaben sudah mulai mengalami peningkatan, hampir mencapai 150 binaan yang tersebar dibeberapa kabupaten kota. 

"Kalau dibawah binaan asputaben sekarang sudah banyak. Ada sekitar 150 binaan, tergabung dari pelaku usaha, kelompok tani, gapoktan dan pengusaha pribadi juga ada, serta perusahaaan juga yang bekerjasama dengan kita banyak. Mulai dari Medan, Subang, Purwakarta dan Jawa Barat juga antusias untuk budi daya talas beneng," terang Ardi. 



(Fay_red)






 

Heboh !! Perselingkuhan Oknum Anggota DPR-D -PNS Chantik Dicilacap Terkuak Melalui Cet Mesra
Kasus Mendoan Oknum Dewan Fraksi PKB Cilacap melalui Cet Mesra Secara Bertahap Terkuak
Pembangunan JLS Pengandaran-Yogyakarta Hampir Selesei Ada Potensi Korupsi
Pelaku Pemukulan Imam Masjid Saat Solat Subuh Di periksa Polisi
Anggota DPRD Provinsi Komisi D H. Mohammad Asheri S,PD Adakan Reses