Rasa Haru Dan Bahagia Yang Dirasakan Istri Dan keluarga Ama Wara Buulolo Atas Bebas Suwaminya Dari Lapas - www.perssigap88.co.id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer




Rasa Haru Dan Bahagia Yang Dirasakan Istri Dan keluarga Ama Wara Buulolo Atas Bebas Suwaminya Dari Lapas

Gunung Sitoli www.perssigap88.co.id. Tampak rasa haru dan bahagia yang dirasakan oleh keluarga F.B Alias Ama Wara Bu'ulolo penduduk desa Sifalaete Kota Gunung Sitoli, dimana perasaan haru dan bahagia tersebut dirasakan oleh Istri dan anak anak nya saat suami telah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kota Gunung Sitoli pada hari Selasa 16/02/2021.


Tampak dari raut wajah sang istri saat melihat suaminya ama wara bu'ulolo keluar dari pintu Lembaga Pemasyarakatan gunung sitoli,pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada kalapas kota Gunung Sitoli karena telah mengabulkan permohonan untuk kebebasan suaminya sehingga mereka dapat berkumpul kembali di rumah. "Ucap ina wara.

Lanjut. Ina wara menjelaskan sedikit bahwa dimana di bulan april tahun dua ribu dua puluh suami nya ditangkap oleh pihak polres gunung sitoli atas tuduhan penganiayaan, saat penangkapan suaminya ina wara sangat terkejut,sebab suaminya tidak terlibat dalam pemukulan saat itu, padahal saat itu suaminya melerai keributan yang tidak jauh dari rumah nya,dan pada saat keributan tersebut dimana suaminya saat itu berada di tengah tengah keramaian yang sedang cekcok,tiba-tiba tanpa disadari suaminya dari belakang suaminya ada yang memukul suaminya,disaat itu adu jotos terjadi. Saat terjadinya adu jotos tersebut suaminya masih berada di lokasi untuk melerai. Tapi tiba tiba beberapa hari setelah kejadian pihak kepolisian polres gunung sitoli datang ke rumah menangkap suaminya, sehingga selama tiga bulan lebih lama suaminya mendekam dalam Lembaga Pemasyarakatan kota Gunung sitoli. Dan ini adalah ujian dan pelajaran buat keluarga kami,agar ke depan saya dan suaminya saya.tidak lagi mencampuri yang bukan urusan kami. Ucap ina wara mengakhiri pembicaraan nya kepada wartawan yang saat itu sedang berada di ruang tunggu Lapas gunung sitoli. 


(Amonio Laia)