Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Penerima PKH Diduga Mendapat Bantuan BLT Di Kabupaten Sampang

Sampang  perssigap88.co.id  -  Dari sekian banyak bantuan berupa uang maupun sembako yang di gelontorkan oleh pemerintah pusat Tampa memandang Ras, Suku dan Agama itu terkadang menjadi polemik dan juga bisa di bilang bukan rahasia umum lagi di sebagian warga masyarakat di desa maupun di pinggiran kota terkait bantuan-bantuan uang yang di Gelontorkan oleh pemerintah, terkadang tidak sampai kepada warga masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah terkait pandemik virus Covid-19 tersebut, contoh kecil masyarakat yang berada di desa Pangongsean kabupaten sampang dan sekitarnya.


Warga Pangongsean sebut saja SR (inisial)red, di hari minggu tanggal (24/05/2020) mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah hingga sekarang, SR bersama ibu-ibu Desa pangongsean saat di datangi oleh awak media ini malah bercerita panjang lebar inilah bentuk pengakuan SR dan para ibu-ibu, "Sebenarnya saya dan para ibu-ibu ini sudah mendengar dari media masa bahwa pemerintah telah memberikan bantuan yang di namakan BLT(bantuan langsung tunai) yang anggaran dananya dari dana desa, sedangkan sarat penerima "Harus mengumpulkan i-ktp dan Kartu keluarga bagi yang tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah disebut PKH, tapi anehnya aparat pemerintah desa tidak pernah meminta Persaratan tersebut, sehingga kami tidak menerima bantuan dari pemerintah sebesar 600 ribu itu.

*KOLUSI, KORUPSI, NEPOTISME*

Akan tetapi diduga hanya para oknum perangkat desa dan keluarga aparat desa saja penerima bantuan tersebut dan juga para pendukung Kades yang waktu pemilihan kepala desa". dan para ibu-ibu di desa itu meyebutkan juga bahwa ada sebagian warga yang mendapat bantuan PKH dan bantuan pangan non tunai, tapi masih mendapatkan bantuan BLT sebesar 600 ribu tersebut ungkap SR dan para ibu-ibu lagi pad awak media.

"Benar Mas uang BLT tersebut Sebasar 600 ribu utuh akan tetapi saat uang tersebut sudah di terima oleh warga, diduga oknum aparat desa meminta kembali Uang sebesar 100 ribu rupiah pada penerima, entah untuk apa pemotongan tersebut dan kenapa kok masih di potong lagi" ungkap Nara Sumbar yang namanya tidak mau di puplikasikan oleh media ini.




Redaksi