Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Seorang Dokter Puskesmas di Lebak Selatan Dikabarkan Terpapar Covid-19

Banten, Perssigap88.co.id – Seorang tenaga medis yang bertugas di salah satu Puskesmas di Lebak selatan, Banten dikabarkan positif terpapar Covid-19 (virus Corona). Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 


Juru bicara (jubir) gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak, Firman Rahmatullah membenarkan bahwa seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Cipeundeuy tersebut sedang dirawat di RSUD yang ada di Jakarta Selatan.

“Terkait informasi yang beredar pada salah satu tenaga medis, satu dokter yang kebetulan memang bertugas di wilayah Kabupaten Lebak, Dokter tersebut tinggal dan berdomisili di Depok, Jawa Barat. Beliau dirawat di Rumah Sakit di 
Daerah Jakarta Selatan, tanggal 12 (April) sebetulnya sudah dirawat, saya mendapat informasi seperti itu (positip - red)," ujar Firman, Sabtu (18/04/2020).

Namun, kata Firman, pihaknya belum memastikan apakah dokter yang dirawat tersebut positip terpapar Covid-19 atau hanya dugaan. Pihaknya mengaku belum mendapatkan bukti otentik hasil pemeriksaan rapid test atau hasil uji swab terhadap pasien dimaksud dari pihak rumah sakit yang merawatnya.

Atas hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak segera melakukan investigasi perjalanan dokter yang terpapar virus mematikan itu sewaktu masuk bekerja di Puskesmas.

Guna mengantisipasi hal yang tidak diharapkan terhadap para tenaga medis atau ada orang yang terkonfirmasi di Puskesmas tersebut, pihaknya mengaku akan segera melakukan tindakan yang diperlukan.

“Kalau kita lihat hasil daripada pemeriksaan sekarang, bilamana nanti ternyata ditemukan itu memang ada yang terkonfirmasi atau hasil tesnya reaktif, itu kita akan lakukan orang yang reaktif itu untuk ditindaklanjuti kemudian. Tapi andaikata non reaktif atau negatif itu kita lakukan adalah waspada, selalu memakai masker," kata Firman.

Untuk persiapan Alat Pelindung Diri (APD), Firman mengatakan persediaannya sudah mencukupi dan sesuai standar.

“Insya Allah kalau kita tadi sesuai dengan yang disampaikan Kepala Dinas untuk Puskesmas apabila kita melihat dari standar alat pelindung diri (APD) yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehataan dan WHO itu APD standar kita cukup,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Cipeundeuy, M. Aripudin menjelaskan bahwa dokter perempuan kelahiran Riau tersebut bertugas di Puskesmas Cipeundeuy dan tiap pekan pulang ke tempat tinggalnya di Depok. Namun, diakuinya selama bertugas, dia bertempat tinggal di perumahan Puskesmas yang berlokasi di Desa Cipeundeuy, dan terakhir masuk kerja tanggal 11/04/2020.

"Selama bulan Maret dan sampai 11 April 2020 dia diam (tinggal) di perumahan Puskesmas Cipeundeuy. Selama ini juga, selama bertugas di Puskesmas Cipeundeuy, dia diam di perumahan, tapi suka pulang kalau hari Jum'at sore dan datang Senin pagi," terangnya.

Aripudin pun mengaku, pihaknya belum mendapat informasi yang resmi apakah yang bersangkutan dinyatakan positip Covid-19 termasuk hasil pemeriksaan rapid test atau hasil uji swabnya. 

"Soal terjangkit tidaknya saya belum tahu, dan yang berhak menjelaskan adalah Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lebak," ujarnya. 






(Fay)