Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Pemprov dan DPRD Banten Bersinergi Atasi Bersama Persoalan Covid-19

Banten, Perssigap88.co.id –  Pemerintah Provinsi Banten dengan DPRD Banten tingkatkan sinergitas dalam mengatasi Covid-19. Hal ini dikatakan Gubernur Banten Wahidin Halim dalam rapat bersama di Rumah Dinas Gubernur Banten, Jl Ahmad Yani Nomor 158 Kota Serang, Rabu (01/04/2020).

Rapat yang digelar di bawah sinar matahari itu diikuti Sekretaris Daerah Pemprov Banten Al Muktabar, Ketua DPRD Banten Andra Soni, Wakil Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Wakil Ketua DPRD Banten Budi Prajogo, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Ati Pramudji Hastuti.

“Saya juga membutuhkan dukungan DPRD dan stakeholder lainnya. Karena ini bukan hanya persoalan kita, tapi persoalan bersama” ungkap Gubernur WH.

“Kita cukup terbuka dan demokratis membahas berbagai persoalan yang memerlukan sinergitas antara eksekutif dengan legislatif. Fokusnya bicara tentang persoalan corona yang tren di Banten semakin meningkat,” ungkap Wahidin.

Dijelaskan Gubernur, dalam rapat itu DPRD Provinsi Banten menyoroti sejauh mana peran RSUD Banten sebagai rumah sakit pusat rujukan Covid-19, serta mengingatkan bahwa hadirnya RSUD Banten yang dibiayai oleh anggaran Pemprov Banten harus memberikan manfaat bagi rakyat Banten.

“Hal itu sesuai dengan keinginan dan itikad saya sendiri. Kita sepakat di sini bahwa diperlukan rumah sakit rujukan bagi masyarakat Banten mengingat rumah sakit di Jakarta sudah tidak bisa manampung lagi,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, DPRD Banten juga menyoroti perkembangan orang dalam pemantauan (ODP) dan meminta penjelasan mengenai berapa banyak orang yang positif dan berapa banyak yang mampu dirawat dan seterusnya.

“Ini juga misi saya dari awal bahwa rumah sakit rujukan itu untuk memberikan kebahagiaan dan layanan. DPRD Banten juga memberikan dukungan pergeseran anggaran. Terima kasih kemarin sudah memberikan dukungan untuk aktivitas rumah sakit rujukan juga dukungan dewan,” tegas Gubernur WH.

Pimpinan DPRD Banten, lanjutnya, juga mengkritisi sejauh mana peran dari kabupaten/kota dan menanyakan permasalahan yang dihadapi kabupaten/kota dalam menangani Covid-19. Diakuinya, hal ini positif baginya sebagai Gubernur Banten. Sehingga kedepannya koordinasi dan sinkronisasi harus terus dilanjutkan.

“Berbagai kebijakan yang berkaitan dengan langkah-langkah Gubernur terhadap kabupaten/kota akan kita lakukan dan tetap mendorong. Tidak hanya menjadi tanggung jawab provinsi, tapi juga sejatinya tanggung jawab kabupaten/kota,” katanya.

Dalam rapat itu, Gubernur WH juga menjelaskan makin berkembangnya kasus Covid -19 karena Banten berdekatan dan beriringan dengan Jakarta. Meningkatnya ODP dan PDP tidak terlepas dari mulai berdatangannya warga dari Jakarta yang kembali pulang kampung.

“Oleh karenanya kita belum bisa lockdown. Mungkin kita akan melakukan pendekatan karantina wilayah. Kita dorong RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan dan perumahan melakukan karantina wilayah,” ungkapnya.

Rapat juga membahas skenario bagaimana penanganan ketika dilakukan karantina dalam skala besar, khususnya dampak terhadap masyarakat yang selama ini bergerak di sektor informal.

DPRD juga meminta Pemprov Banten menghitung berapa besar masyarakat yang terkena dampak jika hal tersebut dilakukan. Pimpinan DPRD sepakat untuk memberikan keselamatan dan kehidupan masyarakat Banten.

“Saya bersama tim eksekutif menghitung kembali. Menghitung masyarakat yang rawan miskin, masyarakat yang terdampak karantina skala besar,” ungkap Gubernur WH.

“Banten menghitung kemampuan yang dimiliki,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu juga, Gubernur kembali menghimbau masyarakat untuk menaati imbauan pemerintah. Tetap betah di rumah, tidak melakukan kegiatan keramaian, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak bersentuhan.

“Bertambahnya kasus corona karena mayarakat relatif tidak disiplin dalam melaksanakan himbauan,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPRD Banten Andra Soni menjelaskan, rapat dilakukan untuk konsultasi dan koordinasi terkait dengan kondisi saat ini.