Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

*Ide Serta Ajakan Berbagi Sembako Hotman Paris Yang Menyentuh Rakyat*

Jakarta  Perssigap88.co.id  | Jakarta, 8 April 2020 Ide dan ajakan Hotman Patis sungguh genial, Ia tak hanya mengajak tapi juga ikut melakukan dengan menyumbang beras kepada warga yang belum beruntung sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Ajakan Hotman Paris langsung mengajak anggota DPR RI di Jakarta dan DPRD daerah agar menyumbang satu bulan gaji kepada warga sekitarnya.

Sebanyak 600 orang anggota DPR RI jika mau segera membagi sebulan gaji yang diterima untuk meringankan beban hidup warga yang didera virus cirona, maka bisa terkimpul dana minimal 60 milyar rupiah. Dana sebanyak itu bisa memperoleh beras 6000 ton beras yang bisa menyelamatkan 600.000 keluarga dengan bagian 10 kg saja.

Wabah virus corona ini diharap segera berhenti dan tidak terulang lagi, sehingga ketika ramadhan berlangsung bisa saja penyisihan gaji sebulan dari para anggota legislatif ini boleh saja menjadi semacam zakat fitrah dari masing -keluarga.

Bila hal serupa juga dapat segera diikuti oleh para anggota legislatif dari masing-masing daerah, bukan mustahil gerakan serupa akan mengawali sikap kepedulian, kesetiakawanan dan menjadi budaya nasional yang nyata dari esensi gotong royong yang dimaksud dari founding fathers adalah intisarinya Pancasila.

Sikap kepedulian nasionalisme kebangsaan kita sangat mungkin bertumbuh dari pengalaman pahit yang telah  mendera kita selama ini. Tak hanya dari wabah virus yang mengancam hidup dan kehidupan bersama kita dengan anak, istri cucu dan juga menantu kita, tetapi juga bagi saudara dan tetangga serta sejawat kita di tempat kerja pun sekarang sedang menghadapi ancaman yang sama.

Toh, jika pun virus  yang mematikan itu tidak juga bisa kita lawan, yang pasti tidak hanya beras sejumput itu yang tak bisa kita bawa ke liang lahat, juga harta benda yang telah dikumpulkan dan terjaga dengan susah payah lainnya itu pun akan ditinggal saat pelayat menghantar diri kita ke liang lahat.

Apalagi bagi yang percaya bahwa berbagi itu lebih mulia, tidak saja bermakna sosial dan kemanusiaan, tapi juga bernilai keilahian sifatnya.




Jkop