Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Tudingan Salah Seorang Anggota Komisi IV DPRD Lebak Lukai Hati Rakyat

Lebak-Banten, www.perssigap88.co.id - Pasca aksi Aliansi Masyarakat Panggarangan di hadapan Komisi IV DPRD Lebak yang menuntut diperbakinya jalan penghubung empat desa di Kecamatan Panggarangan, menyisakan rasa luka di hati rakyat. Pasalnya, salah seorang anggota Komisi IV yakni AI  terlihat emosi dan arogan berkata kasar kepada massa aksi karena mengaku partai tempat dirinya bernaung (PDIP) dituding dihina dan dicerca hingga meninggalkan likasi tempat aksi digelar (selasa, 08/10/2019) yang kemudian ramai tersiar baik di media online maupun cetak.

Terhadap tudingan tersebut, Galih Januar Pamungkas, Korlap Aksi yang juga merupakan Ketua Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC), menyayangkan sikap arogansi seorang anggota dewan yang emosional yang seharusnya tidak terpancing dan tidak terprovokasi suasana.

"Selain dari bahasa itu sangat jelas, body language pun mengatakan beliau sedang emosi atau terpancing emosinya," terang Galih.

"Secara pendengaran saya, waktu itu tidak ada kata-kata yang dituduhkan seperti itu, tapi kita akan teliti seluruh rekaman video saat kejadian," tambah Galih.

Namun, terlepas ari itu dirinya mengapresiasi kehadiran anggota Komisi IV tersebut yang telah datang menemui peserta aksi ke lokasi.

Selain Galih, Kepala Desa Cimandiri pun, Solahudin angkat bicara.
Dirinya menyayangkan atas  sikap dan tindakan (AI), salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Lebak asal Fraksi PDIP yang hadir pada saat itu.

"Justru sekarang yang sangat saya herankan dan membingungkan saya, ini dari salah satu anggota dewan membuat pernyataan bahwa dari pihak pendemo atau yang melakukan aksi, disitu ada yang mengatakan atau menghina partainya," ujar Solahudin. Kamis, (10/10/2019)

Menurutnya, kebanyakan yang melakukan aksi demo tidak mengetahui asal Partai salah satu  Anggota Dewan tersebut.

Selain itu pula, Solahudin terheran dengan adanya pemberitaan baik di media online maupun cetak yang menyatakan bahwa dari salah satu  peserta aksi ada  yang menghina Partai dimaksud sehingga menyulut emosi salah satu Anggota Dewan tersebut. 

"Itu saya katakan sekali lagi itu tidak benar, Tolong sampaikan kepada salah satu anggota dewan tersebut, sudah cukup dengan membentak bentak kami dengan kata kata kasar, itu sudah melukai hati kami sebagai warga, jangan di tambah dengan fitnah-fitnah yang tidak benar," tegasnya yang saat kejadian dirinya ada di lokasi.

Jadi, lanjutnya,  kepada anggota dewan tersebut saya sampaikan tolong bicara apa adanya. 

"Didik kami, menyampaikan aspirasi itu, menyampaikan yang sebenar benarnya perlu disampaikan,   tidak perlu ada kebohongan diantara kita," tambahnya.

Dirinya menegaskan, tidak ada satupun yang menghina atau mengata ngatakan partainya.

"Bahkan saya bisa buktikan dengan adanya durasi video yang selama dari kedatangan sampai kepulangan salah satu anggota dewan, jelas disitu tidak terdengar ada suara  yang mengatakan atau menghina partainya," terangnya.

Solahudin pun berharap, agar semua permasalahan dapat diluruskan dan tidak perlu mencari alasan dengan cara mengada-ada.

"Setelah membentak bentak dan meninggalkan begitu saja lalu dia menimbulkan fitnah bahwa dari salah satu peserta aksi ada yang mengatakan partainya inilah itulah, itu bohong, itu tidak ada. Itu bohong,  sekali lagi saya ulangi itu bohong dan tidak ada," jelas Solahudin.

Hal senada dikatakan Herly (35), peserta aksi saat dihubungi wartawan pada Rabu (09/10/2019), mengatakan :

"Tidak ada dari kami, yang memprovokasi Fraksi beliau, justru dengan kami membaca alasan beliau di media, itu hanya alibi doang," kata Herly.



 (Fay)

Post a comment for "Tudingan Salah Seorang Anggota Komisi IV DPRD Lebak Lukai Hati Rakyat"