Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Diduga Untuk Menutupi Pengerjaan Agar Terlihat Kokoh, Bekas Puing-puing Turap Yang Ambrol dibiarkan berserakan

Lebak- Banten, www.perssigap88.co.id - Meskipun diprotes petani, pihak kontraktor Mahkota Ujung Kulon (MUK) tidak mengangkat sedimen lumpur dan puing-puing bekas turap ambruk yang mengganggu aliran air Sungai Cibinuangeun di Leuwi Pondok Kampung Kamurang Desa Bolang Kecamatan Malingping.


Tidak diangkatnya puing-puing tersebut diduga sengaja untuk menutupi perbaikan turap yang ambruk agar terlihat sesuai dengan spek kedalaman galian pondasi.

Kenih, orang yang pernah bekerja di proyek sungai Cibinuangeun tersebut menduga tidak diangkatnya sedimen lumpur dan bekas puing-puing yang ambruk tersebut sengaja untuk menutupi agar pengerjaan bangunan turap yang baru terlihat sesuai dengan spek bangunan.

"Ini bangunan Turap yang baru kayanya tidak sesuai Spek kedalaman, terlihat kedalaman turap tidak sama dengan yang terdahulu, kalau ga salah kedalaman 6 meter, tapi ini yang baru nampak 4 meter, dan lumpur serta puing-puing bekas bangunan tidak diangkat untuk menutupinya," ujarnya. 

Sebagai salah seorang pengurus Kelompok Tani (Poktan) di Desanya, Kenih mengaku sering menerima keluhan para petani terkait lumpur dan puing-puing reruntuhan Turap agar diangkat, namun menurut pihaknya, baik  dinas terkait maupun kontraktor tidak merespon dengan baik.


"Para petani itu banyak yang mendatangi saya dan mengadu terkait lumpur dan puing-puing tidak diangkat dari sungai, karena dikhawatirkan akan berdampak banjir terhadap lahan persawahan, saya pun beserta ketua Gapoktan pernah menyampaikan kepada pelaksana pemborong dan juga dinas waktu dilapangan, tetapi tidak di respon juga sampai sekarang," katanya.

Perlu diketahui untuk kebutuhan pengerjaan proyek Sungai Cibinuangeun tersebut pada tahun 2018 lalu Dinas PUPR Provinsi Banten bersumber dari dana APBD Banten Tahun Anggaran 2018 telah menggelontorkan uang senilai Rp 6.924.060.000 dengan pelaksana PT Mahkota Ujung Kulon (MUK).



(Fay)

Post a comment for "Diduga Untuk Menutupi Pengerjaan Agar Terlihat Kokoh, Bekas Puing-puing Turap Yang Ambrol dibiarkan berserakan"