Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Hentikan kekerasan terhadap wartawan, jurnalis Pamekasan mengecam.


Pamekasan, Perssigap88.co.id Puluhan wartawan Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam forum wartawan bersatu menggelar aksi demonstrasi mengecam tindakan represif aparat keamanan terhadap tiga orang wartawan saat mereka menjalankan tugas-tugas jurnalistik meliput unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Susel, jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (24/09/2019) lalu.

Ketiga jurnalis itu masing-masing perwarta foto Kantor Berita ANTARA Muh Darwin Fatir, wartawan Inikata.com Syaiful dan wartawan makassartoday.com Ishak Pasangan.

Aksi tersebut dilakukan di depan Kantor Bupati Pamekasan, Jalan Kabupaten, Kecamatan kota, Pamekasan, Madura Jawa Timur, Jumat (27/09/2019).

Dalam aksi tersebut puluhan wartawan itu membawa poster yang bertuliskan “Anda anarkis, kami boikot rilis”, “Ada rilis kami diundang, liput aksi kami ditendang”, “Jangan kontrol kami, kami punya kontol sendiri”, “Mara pak jha` Kolpokolan, engko` nyare napka (jangan pukul pak, saya cari nafkah)”, dan beberapa tulisan lainnya.

“Aksi ini bentuk kekecewaan kami (Wartawan Pamekasan) atas intimidasi, diskriminasi yang dilakukan oleh aparat keamanan sehingga menyebabkan beberapa jurnalis itu luka, cidera,” kata Ketua Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Dedy Priyanto.

Pihaknya juga menuntut permintaan maaf dari institusi kepolisian atas kejadian tersebut.

“Terus terang ini sebuah pembungkaman pers. Dan cara-cara seperti ini tetap dilakukan oleh pihak kepolisian,” ucap Dedy.

Dan kami harap Kapolri melalui Kapolres Pamekasan untuk meminta maaf kepada kami selaku bagian wartawan di Indonesia,” tegasnya.


Nul

Post a comment for "Hentikan kekerasan terhadap wartawan, jurnalis Pamekasan mengecam."