Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

*Aktivis 98 : Saatnya Filsafat dan Teologi Menerobos Indonesia Unggul/Maju*



JAKARTA PERS.SIGAP88.CO.ID  -  Filsafat dan Teologi, bagian terpenting dalam menerobos kebijakan berpolitik menuju Indonesia unggul kedepan.

"Filsafat dan Teologi adalah bagian terpenting dunia politik. Indonesia membutuhkan suara para filsafat dan teologi untuk mengubah atau menerobos mindset alergi politik, benci politik sebab melalui politik inilah kebijakan bisa jalan," Hal ini disampaikan oleh Yohanis Fransiskus Lema, SIP.,M.Si selaku aktivis 98 yang juga anggota DPR RI Dapil NTT 2 dari Partai PDIP yang telah terpilih, Pada acara Talkshow Ledalero,  dengan thema Sumbangan Filsafat dan Teologi bagi Indonesia unggul di Gramedia Matraman Jakarta, Sabtu 21 Sept 2019

filsafat berbicara tentang berintikan logika, estetika, metafisika, epistemologi dan falsafah .

Teologi berbicara tentang  pengetahuan keTuhanan (mengenai sifat Allah, dasar kepercayaan kpd Allah dan agama)

Filsafat dan teologi wajib memberikan suara demi Indonesia unggul.

Politisi mudah PDIP, Yohanis yang sering disapa Ansy mengatakan, Politik bagian dari eksperimen yang perlu dibudidayakan secara cerdas dan bijakasana.

"Perubahan - perubahan akan ada didalam bidang politik jika jebolan filsafat dan teologi tidak alergi/benci dan wajib ada didalamnya," Kata aktivis 98 yang juga teman dekat Ahok.

Ansy mengungkapkan, untuk mengubah wajah politik Indonesia menuju Indonesia unggul dibutuhkan dibutuhkan generasi Milineal yang ber-background Filsafat dan Teologi.

Saat ini nilai-nilai atau pun norma kemanusiaan sudah mulai hilang karena akibat politik disalah gunakan oleh orang-orang tertentu untuk memenuhi kepentingan pribadi.

"Nilai intoleransi manusia di Indonesia sudah mulai hilang sehingga Anak mudah yang punya gagasan cerdas, cermat, pemikiran teologis, logis itu sangat dibutuhkan untuk mengubah Indonesia yang lebih maju lagi dan mencintai ideologi Pancasila,"Tutur Ansy alumni UNAS Jakarta, yang juga Ketua Senat FISIP Unas tahun 1997-1998.

aktivis ‘98 sekaligus pendiri Forum Kota (Forkot) itu mengatakan, Filsafat dan teologi itu harus dijadikan  radar untuk membongkar pola pikir seseorang yang sedang merusak nilai ideologi bangsa Indonesia akibat kepentingan-kepentingan sesaat.

*Terjun ke Politik Praktis  adalah pilihan  hati*

Pemilihan terjun kedunia politik untuk mewujudkanpolitik praktis yang merupakan salah satu keterpanggilan hati nurani yang sangat dalam demi memperjuangkan kemajuan NTT kedepan.

Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia mengatakan, saya kagum dengan kehebatan Jokowi dalam memimpin Kota Solo dua periode hingga mengantarkannya menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden RI. Selain itu,   Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjadi Gubernur DKI Jakarta mampu menyulap Kalijodoh menjadi ruang terbuka hijau.

"Kedua sosok pemimpin inilah yang membuka mindsate ku untuk segera meneruskan tongkat estafetnya dalam membangun NTT lewat politik ini,"ujarnya sambil menghimbau ke para milenial yang hadir pada talkshow tersebut




Fridrik Makanlehi

Post a comment for "*Aktivis 98 : Saatnya Filsafat dan Teologi Menerobos Indonesia Unggul/Maju*"