Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seorang Pemuda Korban Dugaan Penganiayaan Lapor ke Polsek Malingping

Banten, Perssigap88.co.id - Seorang pemuda berinisial lengkap Yousef Haikal bin Taufik Hidayatullah (24), warga Kampung Lebak Terminal, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya di salah satu Cafe, Kampung Beyeh, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Sabtu (17/10/2026) sekira pukul 02.00 WIB.
Korban bersama pihak keluarga mendatangi Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Malingping pada Sabtu siang untuk menempuh jalur hukum atas insiden tersebut.

Laporan itu diterima oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka SPKT) III Polsek Malingping, AIPTU Ahmad Rojai, atas nama Kapolsek Malingping, dengan nomor registrasi STBL/17/X/2026/Sek. Malingping.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula ketika Yousef mendatangi Cafe Haigo untuk menjemput rekannya, seorang perempuan berinisial RA.

Setibanya di dalam kafe, korban melihat RA sedang tertidur di sofa. Di sekitar lokasi, terdapat beberapa orang yang sedang duduk, diantaranya DU, EM, dan PU.

Korban kemudian berupaya membangunkan RA dengan maksud mengajaknya pulang. Namun, menurut pengakuan Yousef, situasi tersebut justru berujung pada dugaan tindakan kekerasan.

Ia menyebut seorang pria berinisial DU tiba-tiba bangkit dari tempat duduk dan melakukan pemukulan terhadap dirinya.

"Saya tiga kali dipukul di bagian samping mata sebelah kiri, satu kali di bagian samping mata sebelah kanan, dan satu kali di bagian telinga sebelah kanan," ujar Yousef saat dikonfirmasi wartawan setelah kejadian.

Akibat pukulan tersebut, korban mengaku terjatuh hingga tersungkur ke lantai. Menurut keterangannya, dugaan pemukulan masih berlanjut sebelum sejumlah orang yang berada di lokasi melerai kejadian.

Beberapa orang disebut berada di lokasi dan membantu melerai antara lain EK, EM, EC, PU, serta FB yang merupakan pengunjung kafe. 

Paman korban, Chia, membenarkan bahwa keponakannya mengalami dugaan penganiayaan. Ia menyatakan telah mendampingi korban untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

"Benar, kejadian itu menimpa keponakan saya. Saya langsung mendampingi Yousef untuk membuat laporan resmi ke Polsek Malingping. Kami juga sudah melakukan visum di rumah sakit sebagai bagian dari upaya melengkapi bukti laporan," kata Chia.

Pihak keluarga berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut, memeriksa para saksi, mengumpulkan bukti yang relevan, serta mengambil langkah hukum sesuai ketentuan perundang-undangan apabila dugaan tindak pidana terbukti.

Keluarga juga berharap proses penanganan perkara berjalan secara profesional, objektif, dan transparan sehingga pihak-pihak yang terlibat memperoleh kepastian hukum. Keterangan para saksi diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

Hingga berita ini dirilis wartawan belum mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat. 


(Red)



Whatsap Redaksi : 083153933777


 

Posting Komentar untuk "Seorang Pemuda Korban Dugaan Penganiayaan Lapor ke Polsek Malingping "

Pasang Iklan / Adv Bawah ini.



BANGUN DESA, BANGUN INDONESIA
INDOVEX Bukan sekedar pameran, Melainkan sebuah platform kolaborasi nasional yang mempertemukan Pemerintah, Dunia Usaha, Akademisi, Investor, Lembaga keuangan, Komunitas, Media, dan Masyarakat dalam satu ekosistem membangun Desa. 

Melalui pendekatan oktahelix Villages Development, Indovex diharapkan menjadi katalis, Lahirnya investasi, Inovasi, Kemitraan strategis dan tranformasi ekonomi desa menuju desa yang mandiri, Maju, Berdaya saing dan berkelanjutan, Sekaligus mendukung terwujudnya Visi ''Membangun Desa'', Membangun Indonesia.


BANGUN DESA, BANGUN INDONESIA
INDOVEX Bukan sekedar pameran, Melainkan sebuah platform kolaborasi nasional yang mempertemukan Pemerintah, Dunia Usaha, Akademisi, Investor, Lembaga keuangan, Komunitas, Media, dan Masyarakat dalam satu ekosistem membangun Desa. 

Melalui pendekatan oktahelix Villages Development, Indovex diharapkan menjadi katalis, Lahirnya investasi, Inovasi, Kemitraan strategis dan tranformasi ekonomi desa menuju desa yang mandiri, Maju, Berdaya saing dan berkelanjutan, Sekaligus mendukung terwujudnya Visi ''Membangun Desa'', Membangun Indonesia.