Pasien RSUD Adjidarmo Banyak Yang Tidur di Lantai
Banten, Perssigap88.co.id - Penumpukan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Kabupaten Lebak, Banten mendapat sorotan, Sabtu (24/01/2026).
Hal itu terlihat dari banyaknya pasien yang tidur di lantai akibat meningkatnya jumlah yang datang untuk mendapatkan pelayanan medis, baik bagi pasien rawat jalan darurat maupun yang membutuhkan penanganan lanjutan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Melihat situasi ini, Case Manager IGD RSUD Adjidarmo, Yeni Mega Utami menjelaskan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) saat ini menghadapi penumpukan pasien yang cukup signifikan. Salah satu faktor penyebabnya adalah meningkatnya kunjungan pasien dengan kondisi tidak gawat yang sebenarnya dapat ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas atau klinik pratama.
"Kondisi tersebut berdampak pada optimalisasi pelayanan kegawatdaruratan. Tingginya jumlah pasien non-gawat di IGD menyebabkan keterbatasan ruang, tenaga, dan waktu pelayanan, sehingga berpotensi menghambat penanganan pasien dengan kondisi gawat dan mengancam keselamatan jiwa yang membutuhkan tindakan cepat dan prioritas," kata Yeni Mega Utami.
Yeni Mega Utami menyampaikan bahwa IGD dirancang sebagai unit pelayanan untuk kasus kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera.
"Diperlukan pemahaman dan peran aktif seluruh pihak, termasuk masyarakat, ambulan desa dan fasilitas kesehatan rujukan, agar alur pelayanan kesehatan dapat berjalan sesuai peruntukannya. Dengan pemanfaatan FKTP secara optimal, diharapkan pelayanan di IGD dapat lebih fokus dan maksimal dalam menangani pasien gawat darurat," ujarnya.
Pemerhati Kebijakan Publik Kabupaten Lebak, Mohamad Iyos Rosyid atau Bung Yos menyampaikan bahwa lonjakan pasien ini harus menjadi evaluasi bersama baik kalangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak maupun pihak Nakes (Tenaga Kesehatan) untuk mengoptimalisasikan pelayanan di tingkat Fasilitas Kesehatan (Faskes) pertama.
"Jika mengacu pada Visi Misi Bupati Lebak, bahwa Misi dari Lebak Ruhay salah satunya adalah mewujudkan percepatan pembangunan pada infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Artinya kesehatan menjadi prioritas utama untuk disosialisasikan dalam peran kebijakan," ucapnya.
Bung Yos menyoroti agar pelayanan di tingkat Puskesmas di wilayah Kabupaten Lebak dioptimalkan dalam segi pelayanan. Sehingga fasilitas kesehatan dapat dirasakan oleh semua masyarakat.
"Selain itu juga, kebijakan anggaran pun harus didukung penuh untuk terciptanya pelayanan yang baik terutama di lingkungan Pusat Pembantu (Pustu) Kesehatan, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), dan RSUD sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengamanatkan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan urusan kesehatan. Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah serta amanat undang-undang tentang APBD menjadi landasan dalam penyusunan dan penggunaan anggaran kesehatan," pungkasnya.
(Red)
Whatsap Redaksi : 085231450077













Posting Komentar untuk "Pasien RSUD Adjidarmo Banyak Yang Tidur di Lantai"