Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Antisipasi DBD, Warga Kampung Bayah I Minta Dinkes Lakukan Fogging

Lebak (Banten), Perssigap88.co.id - Resah karena nyamuk demam berdarah dengue (DBD), warga masyarakat Kampung Bayah 1 Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten minta dilakukan pogging. Hal ini menyusul beberapa warga yang sakit karena diduga terjangkit gigitan nyamuk tersebut.
Menurut keterangan warga yang ditemui wartawan, sudah ada 5 (lima) orang warga yang terdiri dari satu Balita, 3 (tiga) orang anak-anak dan satu (1) orang dewasa. Sebagian sudah sembuh sementara yang lainnya masih dalam penanganan pihak medis.

Diungkapkan Purnama, Ketua RT 05 / RW.04 Kampung Bayah 1 (satu) Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah,  banyak warga yang terjangkit DBD, sudah ada yang sembuh juga masih ada yang dalam perawatan di rumah sakit.

"Saat ini warga khawatir terjangkit DBD seperti yang telah menjangkit kepada warga di sini," katanya.

Kata Purnama, saat ini seorang anak pasien DBD atas nama inisial B, pertama dirawat di Puskesmas Bayah dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Malingping. 

"Saya selaku Ketua RT bersama masyarakat Kampung Bayah 1 (satu) Desa Bayah Barat berharap agar pihak Puskesmas Bayah atau Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak secepatnya melakukan pengasapan  (Fogging) di lingkungan Bayah 1 (satu) khususnya, untuk memutus penyebaran nyamuk Aedes Aegypti (DBD) dan jangan menunggu ada masyarakat yang terjangkit lagi," pinta Purnama.

Dihubungi terpisah, Kepala Puskesmas Bayah, dr Erwan mengatakan dirinya belum mendapat pelaporan ada masyarakat yang terjangkit DBD, dan kalau memang benar akan secepatnya mengkomunikasikan dengan patugas.

"Terima kasih informasinnya kang, sampai saat ini saya belum mendapat pemberitahuan, dan secepatnya saya akan kordinasi dengan para petugas agar secepatnya melakukan pengasapan (fogging)," kata Erwan melalui Whats-App, Kamis (01/04/2021).


(Fay_red)




 

Posting Komentar untuk "Antisipasi DBD, Warga Kampung Bayah I Minta Dinkes Lakukan Fogging"