Baru Sebulan diperbaiki Jalan Nasional Cirabit Rusak Kembali - www.perssigap88.co.id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer




Baru Sebulan diperbaiki Jalan Nasional Cirabit Rusak Kembali

Banten, Perssigap88.co.id - Ruas jalan nasional Cikande - Rangkasbitung (Cirabit) sepanjang 10 KM kembali rusak parah dan sering terjadi kecelakaan. Padahal, jalan yang menjadi kewenangan Kementerian PUPR ini baru sebulan diperbaiki.


Lokasi jalan yang perlu segera mendapat perhatian tersebut menyebar di beberapa titik, diantaranya mulai dari Kelurahan Cijoro Lebak, Desa Sukamanah, Nameng, Citeras hingga Desa Mekarsari Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Berdasarkan pemantauan wartawan, ruas jalan tersebut kini mirip kubangan kerbau saat turunnya hujan, sehingga sangat membahayakan bagi pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Apalagi sepanjang jalan dari Rangkasbitung hingga Cikande yang rusak parah itu juga minim lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Berdasarkan pengakuan warga, hampir setiap hari terjadi kecelakaan lalu lintas di ruas jalan utama dari Rangkasbitung - Cikande tersebut. 

"Kalau kecelakaan hampir setiap hari terjadi, terutama di jembatan Cisalam - Lebursawa" tutur Brams, warga Desa Sukamanah, Selasa (02/02/2020).

Iik Adharudin, seorang pengedara roda empat mengaku miris dengan lambannya penanganan kerusakan jalan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Satker wilayah I BPJN Wilayah VI tersebut. 

"Terutama pada tiga titik jembatan, sepanjang jalan Ir Soetami Desa Sukamanah dan Kelurahan Cijoro Pasir," cetus, Iik.

Iik mengatakan, kerusakan ruas jalan Cirabit itu, selain pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor terkesan asal-asalan, diduga tidak sesuai bestek. 

Disamping itu, truk Raksasa pengangkut pasir basah yang lalu lalang mobilitasnya tinggi, akibatnya kerusakan kondisi badan jalan tersebut semakin parah. Sementara, pengawasan Dinas Pehubungan provinsi Banten dan Kabupaten Lebak juga lemah. 

"Semenjak kewenangan izin pertambangan diambil alih oleh Pemprov Banten, kini jumlah penambangan pasir di daerah Citeras dan Desa Mekarsari sudah tidak terkendali lagi," ungkap Iik. 


(Fay)