Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wartawan Senior Meninggal Dunia, PWI Banten Berduka

Banten, Perssigap88.co.id - Haji Harsono Rahardjo, wartawan senior yang separoh hidupnya digunakan untuk berkarya di bidang jurnalistik telah meninggal dunia menghadap sang Pencipta pada usia 60 tahun. 
Wartawan yang lahir di Madiun 11 Maret 1960 ini sempat menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Tangerang Periode 1999-2004 dan sampai akhir hayatnya menjabat sebagai anggota Dewan Penasehat PWI Provinsi Banten.

Almarhum sempat dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Primaya di Kota Tangerang Sabtu (28/11/2020) karena sakit jantung, dan meninggal dunia dengan tenang pada Minggu (29/11) pukul 05.59 WIB, dengan ditunggui istrinya, Yayuk Indriani, dan adiknya Susilo, serta anak-anaknya. 

Jenazah Harsono kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Parapat 1 no 19, Perumnas Karawaci, Kota Tangerang. Setelah dzuhur, jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Selapajang Jaya, Kota Tangerang.  

Jumlah orang yang hadir dalam prosesi pemakaman tidak terbilang, mulai dari keluarga, handai taulan, hingga kalangan wartawan, termasuk wartawan senior tampak hadir antara lain Jajak S, Saut Pasaribu, H Samlawi, Sahatma Refindo, serta Direktur Kesejahteraan dan Pengabdian Masyarakat PWI Pusat Mohammad Nasir, Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra dan Ketua PWI Kabupaten Tangerang Sangki Wahyudin, Ketua PWI Kota Serang, Teguh Akbar Idham, Wakil Ketua PWI Kota Serang, Iman Esa Firmansyah, dan Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar, serta sejumlah pejabat Provinsi Banten dan Pejabat Kabupaten/Kota Tangerang. 

Wartawan senior yang pernah malang melintang di jagat pers ini pernah menjadi wartawan di Harian Prioritas milik Surya Paloh, Harian Jayakarta, Harian Berbahasa Inggris Indonesia Observer, Harian Warta Kota, dan akhirnya pada Tahun 2003 mendirikan Harian Warta Banten. Harsono juga mendirikan wartabanten online.id.

Sosok Harsono memiliki keluwesan dan keluasan bergaul di semua kalangan. Ia selain dikenal di kalangan pemerintah daerah se-Provinsi Banten, juga banyak dikenal di kalangan pengusaha.

Mas Har, demikian panggilan akrabnya, sehari-hari berpenampilan sederhana dan low profile, terkenal sangat dermawan dan murah hati. 

Di internal perusahaan pers yang ia dirikan, ia dikenal sebagai  CEO Warta Banten Media Group. Ia selain suka membantu secara finansial, dalam dua tahun terakhir ini ia memiliki program yang mulia untuk karyawannya yang muslim, yaitu memberangkatkan umrah.

Ketua PWI Banten Rian Nopandra mengaku sangat kehilangan sosok wartawan senior di Tangerang tersebut, selain itu sosok Harsono juga dikenal merupakan sebagai pigur yang dikenal cukup banyak berkontribusi dalam organisasi PWI.

"Kita tentu saja sangat kehilangan sosok wartawan senior ini (Harsono-red), kami di PWI Banten sering kali meminta pendapat dan masukan bagi organisasi kepada beliau yang kami sangat hormati," ungkap Rian.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengungkapkan, almarhum sebagai sosok humanis dan kaya akan pengetahuan. Ia menuturkan, almarhum memiliki banyak kontribusi pemikiran terhadap pembangunan di Kabupaten Tangerang.

"Ide-ide segar dari beliau (H. Harsono) berarti bagi pembangunan dan kemajuan daerah. Beliau orang baik dan tentu kepergiannya merupakan duka bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang," jelasnya kepada awak media usai menghadiri pemakaman, Minggu (29/11/2020).

Zaki mendoakan, agar keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kekuatan. "Saya mendoakan almarhum ditempatkan disisi Allah dan semua amal baik di terima-Nya. Insya Allah kebaikan menjadi amal shaleh dan keberkahan bagi Kabupaten Tangerang. Semoga Allah merahmaati, mengampuni dosanya, menerima amal ibadahnya," jelasnya.

Mas Haji Harsono kini telah kembali keharibaan Allah SWT, Sang Khalik. Jasa dan budi baikmu akan selalu kami kenang. Selamat jalan Mas Har. 




(Red)








Posting Komentar untuk "Wartawan Senior Meninggal Dunia, PWI Banten Berduka"

"Saya Tegaskan Untuk Rakyat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Harap Melapor..! "
Carok Di Sampang Satu Orang Luka Parah Satu Orang Mati
Saudara Sepupu Di Banyuates Melakukan Sumpah Pocong Gara-Gara Tuduhan Santet