Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Tinggal di Gubug Reot, Nenek Dhuafa Harapkan Bedah Rumah

Serang, Perssigap88.co.id - Nenek Jahanah (65) warga Kp. Cidahu RT 001 RW 002, Desa Cidahu Kecamatan Kopo Kabupaten Serang, tinggal di gubug reyot dan bocor berdinding bilik dengan atap terbuat dari daun rumbia, tidak jauh dari kantor pemerintahan desa tempat tinggalnya.


Nenek dhuafa ini mengaku sudah beberapa kali rumahnya didatangi pegawai desa untuk diajukan sebagai penerima manfaat program rumah tidak layak huni (Rutilahu) , namun harapan itu hingga sekarang belum tersentuh.

Nenek dhuafa yang tinggal bersama seorang cucunya ini sehari-harinya berjualan kangkung, menceritakan kepada media jika usaha dagang kelilingnya hanya  berpenghasilan Rp 20-25 ribu sehari, dan tidak mencukupi kebutuhan hidupnya, Jum'at (02/10/2020). 

"Nenek berjualan keliling setiap harinya nak, dalam sehari kadang 20 sampai 25 ribu buat sehari-hari nak, dan tetangga kadang kasih uang ada juga beras, dan ada pun warga sekitar sudah berupaya memberikan perhatian, dan ada memberi uang buat beli makan sehari-hari ada pula sebagian warga memberikan berupa beras sembako," lirih nenek.

Menurut pengakuannya, hasil uang yang pernah dapat dari swadaya warga sekitar (tetangga) terkumpul sebesar 2 (dua) juta rupiah yang akan digunakan untuk memperbaiki gubuknya yang sempat roboh. 

Pengakuan nenek tangguh ini dibenarkan warga sekitar yang tidak bersedia disebut namanya. Warga tersebut mengaku, bersama warga yang lain sudah berupaya meminta sumbangan ke masyarakat setempat  untuk membantu meringankan beban nenek Jahanah secara suka rela.

"Ya, namanya sumbangan hanya muter di lingkungan, dapat dananya pun yang terkumpul sebesar dua jutaan dan uang itu sudah saya belanjakan untuk membeli matrial seadanya seperti selkon dan kusen pintu," kata warga tersebut.

Suanda, Ketua RT 001/002 Desa Cidahu saat mendampingi nenek Jahanah membenarkan rumah warganya tersebut di bulan puasa kemaren sempat roboh.

"Saya sudah mengajukan ke pihak desa masalah rumah ibu Jahanah ini,  pihak dari desa pun  sudah sempat melihat kondisi rumah nenek Jahanah dan sudah didata oleh pemerintah desa," ucap Suanda.

Kepada perssigap88.co.id. nenek Jahanah minta dibantu menyampaikan harapannya kepada pemerintah dan pihak terkait di Kabupaten Serang, "Tolong bantu ya nak," ucapnya memelas sambil sesekali mengusap air mata.

Terpisah, Kepala Desa Cidahu, Ucok membenarkan ada warganya atas nenek Jahanah.

"Kami dari pihak desa sudah berupaya mengajukan proposal terkait rutilahu ke TKSK Kecamatan Kopo bagian penanganan sosial," ujar Kepala Desa Kopo.

Dihubungi melalui telpon selulernya, Camat Kopo Tenda Subekti segera merespon informasi yang diterima wartawan untuk membantunya.

"Nanti saya konfirmasi ke Desa Cidahu terkait kondisi gubugnya, setelah itu saya ke TKSK, kemudian kami usulkan ke BAZDA," singkat Camat Kopo.




(Heru/Fay)






GMAIL REDAKSI : pt.pers.sigap@gmail.com HATI-HATI MODUS PENIPUAN YANG MENCATUT NAMA MEDIA INI !!!! WARTAWAN KAMI NAMANYA TERCANTUM DI BOX REDAKSI NOMER TELFON REDAKSI 085231450077 Watsapp

Post a comment for "Tinggal di Gubug Reot, Nenek Dhuafa Harapkan Bedah Rumah"

Diduga Foto pencuri Sepeda Motor Pasar Sampang Tersebar Luas Di Facebook
Rekontruksi kasus Dugaan Seksual Bangkalan Terlapor Mengklaim Beberapa Kejanggalan
Gubenur Jatim Berikan Bantuan Dana Pada Partai Politik Sebesar Rp 23.041.009.200,00
"Saya Tegaskan Untuk Rakyat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Harap Melapor..! "
Kejati Banten Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Internet Desa