Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sakit Tumor Ovarium, Warga Bojot Butuh Perhatian Pemerintah dan Uluran Dermawan

Serang, Perssigap88.co.id - Keluarga tidak mampu kembali butuh perhatian. Suyat (48), warga Kampung Caringin RT 09/05 Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang ini menderita Tumor ovarium atau pembesaran pada perut sejak setahun lalu. Warga tidak mampu ini butuh perhatian pemerintah dan uluran tangan dermawan, Senin (19/10/2020).
Saat dikunjungi media, Mimin, anak perempuan Suyat menjelaskan bahwa ibunya menderita tumor ovarium sejak setahun lalu dan sudah dibawa ke rumah sakit, namun gagal lantaran BPJS milik ibunya sudah tidak aktif. 

"Ibu sudah setahun lebih sakit tumor ovarium. Waktu itu sudah dibawa ke Puskesmas Jawilan dan harus di rujuk ke RS Drajat Serang tapi kembali di rujuk karena tidak ada alatnya, dan kembali di rujuk ke Rs Siloam Tangerang. Namun saat sudah di Rs Siloam BPJSnya tidak aktif dan balik lagi kerumah (kp Bojot -red), sekarang saya terpaksa buat BPJS mandiri tapi saya harus mikirkan iuran tiap bulannya," kata Mimin.

"Saya dan Ibu waktu itu sudah mengontrak di sekitar Rumah sakit Siloam selama seminggu namun saat hendak di operasi kartu kepesertaan BPJS sudah tidak aktif, dan terpaksa ibu kembali pulang ke rumah, kini ibu saya  masih check up ke RSUD Tangerang tapi belum ada tindakan cepat untuk dioperasi. Saya berharap ada perhatian pemerintah dan ada dermawan yang mau membantu kesembuhan ibu saya," lanjut Mimin.

Diketahui, kondisi rumah tinggal Suyat berdinding yang terbuat dari bilik bambu, sedangkan suami penderita tersebut sudah tidak bekerja lagi, sehingga untuk biaya kesehariannya masih dibantu warga sekitar dengan seikhlasnya.


(Heru/Fay)









Posting Komentar untuk "Sakit Tumor Ovarium, Warga Bojot Butuh Perhatian Pemerintah dan Uluran Dermawan"

"Saya Tegaskan Untuk Rakyat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Harap Melapor..! "
Carok Di Sampang Satu Orang Luka Parah Satu Orang Mati
Saudara Sepupu Di Banyuates Melakukan Sumpah Pocong Gara-Gara Tuduhan Santet