Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Kades Katapang Tak Mengetahui, Tim Investigasi: Dana Disabilitas Diduga Kuat Ada Yang Menggelapkan

Banten, Perssigap88  - Data penerima Program Lebak Sejahtera tahun 2017 dan 2018, yang dibawa oleh Tim Investigasi Independent BMW Center mengagetkan Kepala Desa Katapang Kecamatan Wanasalam, Emed Kurniawan. Pasalnya, selama ini pihaknya hanya mengetahui dua orang saja penerima Bansos Disabilitas yang pernah diterimanya dari Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Wanasalam sebanyak dua kali pada tahun 2019.


Rasa kaget Kades tersebut diungkapkan kepada Tim Investigasi bentukan Musa Weliansyah salah satu Angota DPRD Kabupaten Lebak, setelah mengetahui adanya informasi bahwa dana bantuan sosial penyandang cacat atau program Lebak Sejahtera tahun anggaran 2017 dan tahun 2018 ada 12 orang warganya yang tercatat sebagai penerima program, namun tidak pernah menerima uang bantuan. 

"Saya menegaskan bahwa hanya menerima bantuan program Lebak Sejahtera tahun anggaran 2019 dua tahap, yakni Rp.150 ribu tahap pertama dan Rp. 150 ribu tahap kedua jadi total Rp. 300 ribu dengan jumlah penerima hanya 2 orang dan tahun anggaran 2020 baru menerima satu tahap yakni Rp. 250 ribu dengan jumlah penerima dua orang," tegas Emed kepada media, Jumat (04/09/2020). 

Kepala Desa Katapang tersebut mengaku telah berkoordinasi dengan jajaran aparat pemerintahan desanya dan tidak mengetahui informasi soal dana bantuan penerima program Lebak Sejahtera  tahun anggaran 2017 dan 2018 untuk penyandang disabilitas sebanyak 12 orang.

"Saya selaku Kades Katapang sudah berkoordinasi dengan seluruh jajaran perangkat Desa Katapang bahwa kami tidak mengetahui soal dana bantuan program Lebak Sejahtera tahun anggaran 2017 dan 2018, karena menurut penerima yang ada di data mereka mengaku tidak pernah menerima bantuan dana disabilitas. Jadi jangan sampai ada fitnah bahwa dana tersebut digelapkan oleh kami, boro-boro mau ngambil hak orang tanpa daksa, kuduna mah nambahan," aku Emed. 

Kades yang memimpin wilayah wisata bendungan Cikoncang Desa Katapang Kecamatan Wanasalam ini juga mempertanyakan kenapa data penerima bantuan tahun anggaran 2018 dengan tahun anggaran 2019 sangat berbeda. 

"Tahun 2018 penerima bantuan program Lebak Sejahtera 12 orang. Tapi kenapa tiba-tiba pada tahun 2019 hanya dua orang penerima, kami dari unsur Desa Katapang bahkan tidak mengetahui kalau ada penerima program Lebak Sejahtera dari tahun 2017, hanya kami tahu setelah adanya tim investigasi turun ke lapangan," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Tim Investigasi Independent BMW Center, Ersya Augusta Golda mengatakan bahwa tim yang dipimpinnya turun langsung menemui warga Disabilitas yang tercatat di data penerima program untuk Desa Katapang. Dari hasil investigasi yang dilakukan pihaknya, semuanya tidak menerima bantuan program Lebak Sejahtera tahun anggaran 2018.

"Untuk tahun anggaran 2018 memang ada 12 orang penerima program. Hasil dari investigasi tim kami memang semua mengaku tidak menerima bantuan uang tersebut. Karena kalau melihat pada nominal bantuannya pada tahun 2018 yakni Rp 276.000 dibagi dua tahap yaitu Rp 138.000 per tahapnya," ungkap Ersya.

Selain itu, kata Ersya, dirinya menduga dana bantuan program Lebak Sejahtera tahun anggaran 2018 ada yang menggelapkan sehingga 12 orang penyandang cacat  itu tidak menerimanya.

"Diduga kuat memang ada oknum yang menggelapkan dana disabilitas tahun anggaran 2018. Kami sudah berkoordinasi dengan Kades Katapang jika memang pihak desa tidak mengetahui bantuan uang tersebut. Bahkan data tahun 2018 pun baru mengetahui tadi, ketika kami berikan data nama penerima tahun anggaran 2018," tegasnya. 

Demi menindaklanjuti dugaan kasus korupsi program Lebak Sejahtera Ersya mengaku akan terus berkoordinasi  dengan Unit II Tipikor  Polres Lebak untuk menyerahkan hasil investigasi lanjutan dan terus mendorong agar Sat Reskrim Polres Lebak mengusut kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.

Baca sebelumnya:

https://www.perssigap88.co.id/2020/09/dugaan-penyelewengan-bansos-disabilitas.html

https://www.perssigap88.co.id/2020/07/bantuan-dan





GMAIL REDAKSI : syamsul.hidayat@perssigap88.co.id HATI-HATI MODUS PENIPUAN YANG MENCATUT NAMA MEDIA INI !!!! WARTAWAN KAMI NAMANYA TERCANTUM DI BOX REDAKSI NOMER TELFON REDAKSI 085231450077 Watsapp

Post a comment for "Kades Katapang Tak Mengetahui, Tim Investigasi: Dana Disabilitas Diduga Kuat Ada Yang Menggelapkan"