Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Mobil Damkar Terguling, Sebuah Rumah Ludes Terbakar Dilalap Api

Banten, Perssigap88.co.id - Keberadaan mobil damkar berikut petugasnya di Kecamatan Malingping diharapkan untuk membantu mengatasi dengan cepat manakala terjadi musibah kebakaran di daerah terjangkau.
Namun, apadaya ketika 'si penyapih api' yang dijadikan andalan itu pada saat bersamaan mengalami kendala.


Sebuah mobil Damkar Kabupaten Lebak yang dioperasikan di Kecamatan Malingping saat menuju lokasi kebakaran sebuah rumah di Desa Cipeundeuy terguling di belokan Cinggir, Kampung Cibeyeh, Desa Bolang,  hingga menyebabkan kemacetan di jalan raya, Selasa (09/06/2020)

Kenah, salah seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi tergulingnya mobil tersebut menginformasikan kepada media bahwa di belokan Cinggir dekat rumahnya terjadi kecelakaan mobil damkar terguling.

"Telah terjadi kecelakaan tunggal tepatnya di belokan Cinggir, Kampung Cibeyeh, Desa Bolang, Kecamatan Malingping, mobil pemadam kebakaran itu mau menuju ke lokasi kebakaran di Desa Cipeundeuy," kata kenah melalui rekaman videonya.

Ade, anggota Damkar Kabupaten Lebak yang mengemudikan mobil tersebut kepada media menjelaskan ketika di belokan mobil yang dikendarainya limbung dan susah dikendalikan karena membawa air.

"Kami dari arah Malingping menuju yang ada kebakaran di Desa Cipeundeuy, di depan kami ada motor yang berjalan juga searah dengan kami, pas ditikungan tiba-tiba mobil limbung, mungkin karena muatannya air dan sayapun buang setir demi keamanan semua, namun mobil malah terguling, padahal saya bawa mobil dengan kecepatan rendah," ujar Ade.

Dengan tergulingnya mobil damkar yang sedianya akan memadamkan api, berakibat rumah milik Tubi, warga Kampung Sarongge Desa Cipeundeuy Kecamatan Malingping tersebut ludes dilalap api tidak dapat diselamatkan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cipeundeuy, Hambali SH., membenarkan adanya musibah yang menimpa warganya tersebut.

“Sekitar pukul 13.30 WIB rumah milik saudara Tubi, pemilik rumah sedang tidak ada di tempat. Padi juga sebanyak 28 karung turut terbakar, kerugian ditaksir mencapai 70 juta-an,” jawab Hambali, saat dikonfirmasi melalui komunikasi telepon.

Hambali pun mengatakan, pemilik rumah merupakan pasutri kategori tidak mampu dan menderita sakit (difabel).

“Suaminya tanpa daksa (kakinya sebelah tidak ada), istrinya juga punya penyakit menahun yaitu stoke (sebelah),” ungkap kepala desa tersebut penuh haru.

Diketahui, dalam kejadian ini tidak menyebabkan korban jiwa. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui penyebab kejadian tersebut. 





(Fay/tim)