Berlumpur Tanah Merah, Jalan Lintas Penghubung Dua Kecamatan di Lebak Selatan Tak Pernah Tersentuh Pembangunan - www.perssigap88.co.id
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Berlumpur Tanah Merah, Jalan Lintas Penghubung Dua Kecamatan di Lebak Selatan Tak Pernah Tersentuh Pembangunan

Banten, Perssigap88.co.id - Warga yang berada di pedalaman dua kecamatan di Lebak selatan mengeluhkan keberadaan sarana transportasi jalan yang rusak parah. Keberadaan jalan yang panjangnya sekitar 15 kilometer itu menghubungkan empat desa pedalaman di Kecamatan Cigemblong dan Cihara.



Abbdul Majid, warga Desa Cikaret Kecamatan Cigemblong kepada wartawan mengeluhkan keberadaan jalan tersebut yang sama sekali tidak tersentuh perbaikan, sehingga akses warga di desanya sangat susah. 

"Kalau hujan begini jalan ini sudah campur lumpur tanah merah dan susah dilalui roda dua. Ya mungkin karena ini daerah pedalaman jadi tidak terkontrol," ujar Abdul Majid, Jumat (26/06/2020).

Menurutnya, jalan tersebut adalah milik kabupaten dan sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh perbaikan. "Keadaan seperti ini yang saya tahu sejak saya masih sekolah SD, puluhan tahun lalu. Padahal ink jalan milik kabupaten dan akses yang sangat dibutuhkan warga pedalaman empat desa dalam memasok hasil bumi ke kota. Ini dilalui warga dua desa di Cigemblong dua desa di Cihara," jelas Majid.

Senada, Eman warga setempat pun mengaku prihatin jika mengirimkan hasil pertanian dan kebun yang mau dijual ke pasar. "Karena keadaan ini kalau kami bawa hasil bumi terpaksa harus manual dipikul dengan tenaga manusia, kalau hujan harus nginep di jalan, bisa dua hari nyampenya. Padahal kalau jalan bagus mah ke pasar Malingping bisa pake mobil, 4 jam juga nyampe. Bahkan kadang gula aren dijualnya tidak bijian lagi, tapi kiloan karena rusak di jalan," keluhnya.

Sementara, Alinta Kepala Desa Cikaret Kecamatan Cigemblong kepada wartawan membenarkan kondisi jalan penghubung tersebut. Kata dia, pihaknya pun tidak tinggal diam sudah mengajukan berkali-kali namun belum pernah ada realisasi. 

"Iya, jalan itu sangat vital untuk akses transportasi warga di empat desa ini, juga akses pendidikan dan yang utama adalah akses ekonomi. Dan kami sudah berkali-kali mengusulkan tapi belum juga ada jawaban," katanya.

Sekedar informasi, jalan penghubung antara kecamatan ini panjangnya 15 Kilometer, melintasi empat pedesaan. Mulai dari Kampung Curuglingsuh di Desa Cikaratuan dan Cikaret di Kecamatan Cigemblong ke Desa Pondokpanjang dan Citeupuseun di Kecamatan Cihara. 




(Fay/rls)




HATI-HATI MODUS PENIPUAN YANG MENCATUT NAMA MEDIA INI !!!! WARTAWAN KAMI NAMANYA TERCANTUM DI BOX REDAKSI


WARNING : WARTAWAN KAMI DIBEKALI ID CARD DAN SURAT TUGAS JIKA ADA YANG MENGAKU DARI WARTAWAN KAMI TAPI TIDAK BAWA KARTU PENGENAL YANG DI SEBUTKAN DI ATAS TOLONG HUBUNGI REDAKSI DI NOMER TELFON WATSAPP : 085231450077 TERIMAKASIH ATAS INFORMASINYA KAMI UCAPKAN.
Sejumlah Tokoh dan Warga Bayah Tolak Rencana PT GMC Sedot Pasir Emas
Nelayan Usir Paksa Kapal Sedang Ngebor di Laut Bayah
HUT PGRI ke-75, Ranting IV Kecamatan Malingping Gelar Acara Temu Kangen
SENIMAN  BERSHOLAWAT UNTUK KEMENANGAN FORSATU ERJI  DI SURABAYA
Hujan Tak Halangi Satgas Covid-19 Cilacap Melakukan Operasi Masker