Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Negatif, Warga Malingping yang sempat Contak Dokter Terpapar Covid-19 diRapid Test

Banten, Perssigap88.co.id - Bertempat di gedung SDN II Sumberwaras Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak,  sebanyak 170 orang warga di Lebak Selatan dilakukan rapid Test secara massal, pada Kamis (23/04/2020). Kegiatan ini digelar oleh jajaran tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Dinkes Lebak dan Puskesmas Cipeundeuy menyusul adanya seorang dokter (dokter R) yang bekerja di Puskesmas tersebut yang disebut-sebut positip terpapar Covid-19.


Rapid test massal ini diutamakan bagi warga yang terlacak pernah kontak dengan salah seorang dokter Puskesmas Cipeundeuy yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona (dokter R).

Kepala Puskesmas Cipeundeuy M Arifudin mengatakan, sedikitnya ada sekitar 250 orang yang diprioritaskan untuk menjalani rapid test, mereka merupakan warga yang terlacak pernah kontak dengan dokter R, terhitung dari tanggal 25 Maret sampai dengan 11 April 2020.

250 warga yang diprioritaskan untuk ikut rapid test itu berasal dari enam desa di wilayah kerja Puskesmas Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, yakni Desa Rahong, Bolang, Sanghiang, Sumberwaras, Senanghati dan Desa Cipeundeuy.

"Semua Kades sudah dikasih surat berikut data warganya kemarin. Yang kontak dengan dokter R dari 25 Maret sampai tanggal 11 April ada sekitar 250-an, itu yang diprioritaskan, tetapi yang ikut rapid test hanya sekitar 170 orang," terangnya.

Jubir Penanganan Covid-19 yang juga merupakan Kabid Pencegahanan Pengendalian Penyakit Dinkes Lebak, Firman Rahmatullah menerangkan, hasil dari pemeriksaan rapid test terhadap 170 orang itu, semuanya dinyatakan non reaktif atau negatif Corona. Akurasi rapid test ini menurutnya, 70 sampai 80 persen.

"Rapid test ini adalah dalam upaya kita menjaring kontak dengan kasus terkonfirmasi positif. Dimana di lingkungan sini kan pernah ada kasus yang dinyatakan positif, maka kita coba periksa semuanya. Dan hasilnya semua non reaktif atau negatif, jumlahnya 170 orang," terangnya.

Ia menambahkan, selain dilakukan rapid test terhadap 170 warga, pihaknya pun melakukan uji swab terhadap 9 orang tenaga medis Puskesmas Cipeundeuy dan hasilnya akan diketahui sekitar 10 hari ke depan. 




(Fay/red)