Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Tak Mampu Bayar Biaya Persalinan Rp 20Juta, Seorang Ibu Ditahan Di Klinik Khatijah Yogyakarta

Perssigap88.co.id - Umi Wijayanti (40), seorang ibu rumah tangga ditahan di Klinik Utama Khotijah karena tak mampu membayar biaya persalinannya.

Kariadi suami pasien mengaku seharusnya istrinya bisa pulang kerumah sejak sabtu 28 Maret 2020 karena tak punya uang untuk melunasi biaya persalinan sekitar Rp 20juta di Klinik Khotijah Kota Yogyakarta, Jawa Tengah.

“Dan istri diperbolehkan pulang kerumah setelah permintaan pihak klinik meminta sertifikat rumahnya di penuhi, sebelumnya melalui deni petugas klinik berdalih meminta sertifikat tanah akan membantu pasien meminjam Uang di Koperasi BMT agar pasien bisa melunasi kekuranganya Rp. 18,5juta baru diperbolehkan pulang, ia juga petugas klinik mengaku sudah menghubungi kepala BMTnya  kata deni petugas klinik. Selasa 31/03.

Ia terpaksa menjaminkan sertifikat orang tua ke klinik, karena melihat kondisi istrinya sudah stres selama 3 hari didalam klinik, hseharusnya bisa pulang kerumah sejak sabtu 28 maret, dan ia sangat berharap ada bantuan dari pihak pemerintah untuk menutupi biaya kekurangan biaya persalinan, sekitar Rp 18,5juta juta lebih,” kata Kariadi suami pasien , Selasa(31/03/2020).

Ia juga mengaku istrinya dirawat di Klinik Khotijah melahirkan anak ketiganya, dan melahirkan Secara tidak normal (Prematur)di ruang Kelas 3.
“dan melahirkan secara operasi sesar, dan ia sudah mondar mandir mengurus BPJS hingga Jampersal ke Dinas Kesehatan Bantul agar mendapatkan solusi,” ujarnya sambil mengeluarkan air matanya.

Dan Saat ini anaknya masih dirawat RS. Panti Rapih Kota Yogyakarta, Kariadi suami pasien sangat kebingunan dengan Biaya Persalinan dan untuk Membayar biaya anaknya yang di sedang dirawat, sementara ia belum memiliki uang untuk membayar biaya yang nantinya timbul.

Sementara menurut Dr. Anugerah Dinas Kesehatan Bantul, pihaknya akan membantu solusinya pihak sudah berkoordinasi dengan pihak Jampersal wilayah Kota Yogyakarta, karena klinik tersebut masuk diwilayah kota yogyakarta, pihaknya  meminta kepada keluarga pasien agar menunggu dirumah menunggu keputusan ucapnya. 




Bersambung




Mros/Redaksi