Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

*Gedung Putih Tuduh China atas Wabah Corona*

Mancanegara - Perssigap88.co.id | Pemerintah Amerika Serikat hingga kini tak jarang menuduh China bertanggung jawab atas penyebaran wabah virus corona baru. Meski sesekali melontarkan retorika senada, faktanya Presiden AS Donald Trump cenderung memuji pemerintah China dan Presiden Xi Jinping berlebihan, terutama terkait ketakutan akan kelancaran negosiasi dagang.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Gedung Putih, dan para sekutu mereka semakin menyalahkan China dalam perang negara melawan wabah virus corona baru. Mereka memicu nasionalisme dengan menekankan negara tempat virus itu berasal dan menyebutnya sebagai “virus Wuhan”. Mereka mengajukan teori konspirasi bahwa virus itu dengan sengaja dijadikan senjata dan menuduh China telah sengaja menutupi kasus.

Namun, Trump sendiri beberapa minggu lalu tampaknya tidak punya waktu untuk menyalahkan China.

Konspirasi paling spekulatif tentang China berasal dari para sekutu Trump seperti Jerry Falwell Jr. dan para jurnalis konservatif. Meski demikian, bahkan dalam pidatonya di Kantor Oval pada Rabu (11/03) malam, Trump dengan jelas menekankan virus itu “dimulai di China” dan menyebutnya sebagai “virus asing”.

Trump juga mengatakan selama konferensi pers pada Jumat (13/03), “Mereka tahu dari mana asalnya. Kita semua tahu dari mana asalnya.”

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Robert O’Brien bahkan melangkah lebih jauh. Pada Rabu (11/3), O’Brien secara langsung menuduh China dengan sengaja menutupi kasus.

“Sayangnya, alih-alih menggunakan praktik terbaik, wabah di Wuhan ini telah ditutup-tutupi,” klaim O’Brien.

Ia menambahkan, “Bagaimana virus ini dimulai di China, bagaimana penanganannya sejak awal, semuanya tidak benar. Wabah itu seharusnya ditangani secara berbeda.”

Klaim itu tidak masuk akal, mengingat China telah dituduh berupaya menutupi wabah SARS awal abad ini. Menilai berdasarkan komentar O’Brien dan Trump pada Rabu (11/3), klaim penutupan itu sepertinya menjadi titik penekanan. Para sekutu mereka tentu saja mengambil bola tersebut dan membesar-besarkannya.

Namun, jika China berbohong dan menipu kita semua, kita dapat mengandalkan Trump di antara para penipunya.

Awalnya, menurut analisis Aaron Blake dari The Washington Post, Trump berulang kali meyakinkan China telah bekerja sangat keras untuk merespons ancaman tersebut dan memuji Presiden Xi Jinping atas “transparansi”-nya.

“Amerika Serikat sangat menghargai upaya dan transparansi mereka,” tulis Trump di Twitter pada 24 Januari 2020.

“Semuanya akan berjalan dengan baik. Khususnya, atas nama Rakyat Amerika, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Xi!”

China has been working very hard to contain the Coronavirus. The United States greatly appreciates their efforts and transparency. It will all work out well. In particular, on behalf of the American People, I want to thank President Xi!

Pada 27 Januari, Trump menegaskan Amerika Serikat “berada dalam komunikasi yang sangat erat dengan China.” Namun, Trump menuturkan hal itu bahkan ketika para ahli dan bahkan para pejabat pemerintahan Trump mengeluh tentang kurangnya kerja sama dari pemerintah China. Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar menyebutkan pemerintahan Trump menawarkan pada awal Januari 2020 untuk mengirim para ilmuwan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS ke Wuhan, tetapi China menolak mengizinkannya.



Cop