Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Daerah Termiskin Anggarkan Mobil Seharga Satu Milyar Untuk Kendaraan Dinas Para Pejabat

SAMPANG - Perssigap88.co.id  - Pemerintah daerah Kabupaten Sampang, mendapatkan protes keras dari kalangan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dan aliansi masyarakat Sampang, mereka turun kejalan melakukan aksi demonstrasi (Demo), untuk menyampaikan pendapat dan unek-unek masyarakat Sampang, yang di nilai kebijakan yang tidaklah etis, pasalnya pemerintah berencana belanja Mobil dinas baru, yang mana diperkirakan anggaran yang cukup fantastis, bagaimana tidak, pemerintah daerah kabupaten Sampang, atau Bupati dan wakil Bupati Sampang, akan menggunakan APBD sebesar (6 Milyar)rupiah untuk belanja Enam (6) yunit Mobil.

Di dalam orasi para demonstran menolak agar Bupati Sampang, tidak meneruskan niatnya selagi Kabupaten Sampang masih jadi peringkat nomer satu (1) termiskin di seluruh jawa timur. dari enam (6) yunit Toyota Fortuner yang di rencanakan akan memfasilitasi Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), serta dua (2) yunit mobil Toyota jenis Alphard untuk di gunakan Bupati dan wakil Bupati Sampang. 

Dalam orasinya di depan kantor Dinas atau Pemkab Sampang, Moh Hari dari Lembaga Laskar Trunojoyo, yang mewakili suara masyarakat Sampang, untuk menyampaikan protesnya kepada pemerintah daerah, dengan suara lantang Moh Hari dalam orasinya  "Lebih baik anggaran sebesar itu di gunakan untuk rakyat yang tidak mampu, dari pada hanya untuk para pejabat, itu uang rakyat, bukan untuk memfasilitasi para pejabat, "Tutur Hari dalam orasinya pada tanggal 10 Maret Tahun 2020.

Para demonstran, atau para Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) H. Maula Zaini selaku ketua Forum Madura Bersatu (FORMABES), meminta agar Bupati Sampang H. Selamet Junaidi kelur untuk  menemui dirinya dan para demonstran.

Selang beberapa waktu kemudian, H. ABD Hannan keluar dari dalam Pemkab Sampang untuk mewakili Bupati Sampang, yang katanya lagi ada acara Isra' Mi'raj di Pendopo Sampang." Kami mewakili Bupati Sampang, maaf beliau tidak bisa menemui secara langsung, karena ada acar Isra'Mi'raj di pendopo. 

Dan terkait pengadaan mobil dinas tersebut, itu memang kebutuhan yang harus di lakukan, karena kendaraan yang ada saat ini, itu sudah tidak layak pakai, bahkan sudah sering mogok karena keluaran tahun 2008. "Jelas  Hannan kepada para demonstran atau para Lembaga yang datang di depan Pemkab Sampang.

Menurutnya pemerintah daerah sudah melakukan sesuai dengan prosedur, dalam pengadaan mobil dinas yang baru, "Jika ada masyarakat miskin yang rumahnya rusak atau tidak layak, laporkan sekarang besok kami survei, ini bukan omong kosong dan Bupati sudah banyak membantu di tahun 2019 ini dalam membantu warga miskin" terang ABD Hannan saat menjelaskan kepada para demonstran dan lembaga. 





(Redaksi/Sn)