Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Demo Warga terkait Proyek Pembangunan Jalan JJLS Yang Diduga Asal-Asalan

Cilacap.    -    Perssigap88.co.id.        -Puluhan warga dari perwakilan lima desa yakni Cisumur,Gandrungmanis,Sidaurip,Bantarsari dan Bulusari melakukan aksi demi dilokasi proyek, Rabu (19/02).

Warga menuntut adanya pembangunan proyek yang diduga dikerjakan dengan cara asal jadi.

Pada orasinya warga membentangkan spanduk menuntut pihak Kejaksaan agar mengusut pihak pt pelaksana pekerjaan proyek yang diduga melakukan banyak penyimpangan.

Alasannya sebelum proyek dikerjakan tidak ada yang namanya sosialisasi kepada warga dan kecurigaan tersebut yang diduga syarat banyak penyimpangan.

Menurut Nurdawan, selaku koordinator aksi demo, bahwa," dari warga sendiri sudah menemukan bukti dari pengerjaan proyek yang dikerjakan dengan cara asal-asalan yakni berupa pembangunan pembuatan talud saluran air serta pengurugan jalan.

Proyek nasional Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menyerap anggaran senilai 95,4 miliar ini berakibat bermasalah karena dalam pelaksanaan pekerjaan diduga dikerjakan tidak sesuai melalui tahapan.

Sosialisasi yang harusnya ditempuh terhadap kami sebagai warga sebelum kegiatan proyek mulai dikerjakan tidak dijalankan," tutup Nurdawam.

Dari sejumlah warga mengeluhkan proses lambannya pekerjaan  
Proyek sehingga menyebabkan kegiatan ekonomi terganggu, karena satu-satunya akses jalan untuk lalu-lintas adalah jalan tersebut bisa dibilang merupakan jalan utama.

Suparno salah satu pedagang yang mangkal dipasar Cisumur, merasa penghasilannya menurun tajam yang disebabkan oleh kondisi rusaknya jalan.

Warga menuntut supaya proyek yang sudah berjalan untuk dikaji ulang dengan cara sosialisasi kepada warga.

Warga mengancam bilamana tuntutan tersebut tidak terpenuhi maka mereka akan meminta agar pembangunan proyek supaya dihentikan.

Menanggapi hal tersebut, Sujiman selaku Pelaksana penanggung jawab tekhnis lapangan Pt Trie Mukty Pertama Putra, Menyampaikan," Menurut pengamatan dilapangan sudah maksimal dalam pelaksanaan pekerjaan, terkait masalah kondisi bukan karena dalam kegiatan tidak sesuai speak namun karena intensitas hujan tinggi yang menyebabkan kurang  
maksimalnya hasil akan tetapi semua masih dalam proses.

Terkait masalah sebelum pelaksanaan pekerjaan tidak ada sosialisasi kepada warga, Sujiman membantah semua dilakukan sudah sesuai aturan dan tahapan bahkan adanya tanda tangan warga terdampak proyek ada buktinya.

Sementara itu Mulyadi Tanjung, yang merupakan Suplier menjelaskan, Semua persyaratan sudah ditempuh sesuai aturan tanah yang dikirim sudah sesuai hasil LAB yang sudah ditentukan dan diminta pihak Trie Mukty maupun Istaka.

Semua dilakukan melalui perhitungan yang cermat bahkan sebagai suplier kami sudah menjalankan semua aturan yang mestinya harus ditaati dan dilakukan untuk Suplier itu sendiri," Jelas Mulyadi.

Salah seorang warga yang terdampak proyek pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS), Delon Seto, Menyampaikan, memaklumi dan menyadari dengan adanya kondisi jalan saat ini.

Dalam proses pengerjaan sangatlah wajar pencapaian maksimal belum bisa dirasakan, warga setidaknya untuk bersabar semua adalah proses pembangunan yang pasti nanti juga akan lebih baik lagi," Ujarnya.



(Ag/red).