Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

GARDA NTT Sambangi PSSI Yang Ketiga Kalinya, Demi Menuntut Keadilan

Jakarta, perssigap88.co.id - Gerakan Patriot Muda  Nusa Tenggara Timur (GARDA NTT) dan Rombangannya, yang berdomisili di Jakarta menyambangi Kantor PSSI yang ketiga kalinya demi meminta hasil Investigasi yang dijanjikan, juga menuntut Ketua PSSI menganulir PS Ngada untuk kembali melanjutkan Pertandingan babak berikutnya.

Pasukan Pemuda NTT melakukan Orasi singkat sekaligus audiensi dengan PSSI demi menuntut keadilan, martabat, harga diri sepak bola Indonesia. Jl. Jenderal Sudirman, Gelora Senayan Jakarta (08 Januari 2020), Pukul 16.00 hingga selesai

Yonsi Ebit Selaku Ketua Garda NTT mengatakan,  Turnamen Liga III Nasional rupanya menghasilkan tipu-tipu yang merugikan PS Ngada harus tersingkir dan tidak melanjutkan ke putaran selanjutnya.

"Aksi tipu-tipu itu sangat terlihat ketika tim PS Ngada maupun pendukungnya berkali-kali memprotes dan menyampaikan keluhan tentang persoalan Liga III Nasional yang belum mendapatkan keadilan yang dijanjikan PSSI,"Kata Yonsi

Marlin Bato selaku Sekjen Garda NTT mengatakan, PSSI sebagai Lembaga tertinggi sepak bola Indonesia tidak sanggup menyelesaikan persoalan yang menimpa PS Ngada. Selanjutnya,  Ia menduga begitu kuatnya mafioso yang terjadi di Manajemen PSSI 2019-2023.

"PSSI sebagai Lembaga tertinggi tidak sanggup menyelesaikan persoalan yang menimpa PS Ngada tersebut, kami juga menduga begitu kuatnya mafioso-mafioso yang tercatat di kubu PSSI sehingga keadilan tidak kunjung kami dapatkan,"Tuntut Marlin dalam orasinya didepan Kantor PSSI Paza FX

Aksi Orasi, 
Ada 3 tuntutan orasi Garda NTT : 
1. Mengecam keras kasus dugaan manipulasi yang dilakukan oleh panitia dan pengurus PSSI yang menyebabkan kekalahan tim PSN Ngada (perwakilan dari NTT) secara tidak bermartabat.

2. Mendesak PSSI memecat perangkat wasit yang memimpin pertandingan PSN Ngada vs Gaspa 1958 Palopo pada Sabtu 14 Desember 2019 di Stadion Joko Samudro, Gresik diantaranya;
- Wasit GILANG MIJWAR
- Cadangan Wasit faisal abdul wahid
- Asisten Wasit 1 TRI RACHMAD JATMIKO
- Asisten Wasit 2 WAHYU TRI WIBOWO
- Penilai Wasit SUHARTO
- Match Commisioner PUTHUT WIBOWOADI

3. Mendesak mundur Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan dengan dua wakilnya Iwan Budianto dan Cucu Soemantri karena tidak mampu mengatasi atau memberi keputusan solutif terkait persoalan di LIGA III.

4. Meminta Presiden Joko Widodo membekukan sementara kepengurusan PSSI periode 2019-2023.

Selanjutnya, Aksi Audiensi.
Audiensi yang ketiga kali ini disambut baik oleh perwakilan PSSI (HRD dan HUMAS). Anehnya Humas dan HRD bukannya memberikan hasil investigasi yang dijanjikan tempo hari, namun HRD/Humas PSSI malah meminta pendapat dan keluhan. Reaksi ini ditantang oleh kubu pasukan Pemuda NTT karena Pemuda NTT merasa PSSI ingkar janji dan sedang melakukan bola pimpong (cuci tangan dan saling tuduh menuduh satu sama lain).

"Kami datang disini bukan melakukan rapat dengar pendapat tapi kami datang kesini demi meminta PSSI wajib dan harus  memberikan hasil investigasi yang telah dijanjikan kepada kami tempo hari lalu,"Tutur Pasukan Garda NTT yang menuntut PSSI segera menyampaikan hasil Investigasi tersebut.

Dalam Perdebatannya, HRD/Humas PSSI mengaku tidak mendapatkan laporan aksi protes dan keluhan yang dilakukan oleh pasukan Garda NTT tempo hari lalu.

Silang pendapat antara PSSI dan Garda NTT pun terjadi,  sebab Garda NTT merasa kalimat yang dituturkan oleh HRD/Humas PSSI merupakan bagian dari cuci tangan dan tuduh menuduh satu sama lain.

"Masa HUMAS/HRD PSSI tidak mengetahui laporan atau keluhan kami, ini kan aneh. menurut kami, Humas bertugas secara intern dan ekstern yang pastinya mengetahui keluar masuknya informasi. Humas/HRD PSSI jangan tipu-tipu kami, kami bukan orang bodoh yang baru kenal struktur organisasi. Berhenti cuci tangan, berhenti tuduh menuduh, berhenti buat pola pimpong sebab kami bukan bola pimpong yang digiring kesana-kemari,"Tutur Pasukan Garda dan Tim yang hadir disitu.

Aksi damai pun terjadi ketika HRD/Humas PSSI membuka diri dan mau melibatkan Ketua umum PSSI dalam persoalan ini di pertemuan selanjutnya.

Pertemuan selanjutnya, yang rencananya akan dilaksanakan pada 15 Januari 2020 di Kantor PSSI, disepakati dengan sebuah berita acara tertulis yang ditanda tangani oleh HRD/Humas PSSI, Chief Security maupun Perwakilan Garda NTT.



Fridrik Makanlehi