Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Gara-gara Salah Pakai Sepatu Seorang Pekerja Harian Babak Belur Dihajar Oknum Keamanan PT.Cemindo Gemilang

Lebak-Banten, Perssigap88.co.id - Hanya gara-gara salah pakai sepatu, Wiri, seorang pekerja harian warga Desa Pamumbulan Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Jumat (31/01/2020) mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum keamanan PT. Cemindo Gemilang. 

Akibat dari tindakan kekerasan tersebut, korban mengalami luka yang cukup serius, hingga harus di larikan ke Puskesmas terdekat.

Menurut pengakuan korban peristiwa ini bermula saat dirinya dituduh mencuri Safety (sepatu kerja).

"Pada malam itu, semalam (kejadian), saya sedang bertugas di POT Dermaga PT.Cemindo Gemilang, kemudian pukul 20.00 saya dijemput oleh tiga orang yang diduga oknum kopassus yang bertugas menjadi keamanan PT.Cemindo Gemilang," terang Wiri.

Lanjut Wiri, "sesampai di tempat, saya diinterogasi sebentar, kemudian saya digebugin oleh ketiga orang tersebut, rambut saya dipotong kemudian bulu ketek sebelah kanan dibakar oleh korek api, kemudian dada saya ditendang dan dipukulin," kata Wiri.

"Cuma gara-gara sepatu, saya salah pake sepatu, awalnya ga ada informasi apa-apa, tiba-tiba saya di panggil (oknum keamanan) dan langsung di pukul," ucap Wiri saat ditemui di Puskesmas Bayah.

Korban mengalami luka lebam di bagian dada, gangguan tulang di bagian pinggang, luka bakar di bagian ketiak, serta goresan senjata tajam di bagian lengan kiri.

Atas kejadian ini, korban menuntut kasus ini bisa di usut tuntas, dan pelaku diberikan hukuman sesuai dengan apa yang pelaku lakukan terhadap korban.

"saya tidak terima dilakukan seperti ini, saya mau kasus ini di usut tuntas. Ini kan cuma masalah ketuker sepatu, kenapa saya di perlakukan seperti ini," ucapnya.

Kepala Desa Pamumbulan, Juhani merasa prihatin atas insiden yang menimpa warganya tersebut.

"Saya cukup prihatin dengan adanya kejadian seperti ini, warga saya dianiaya oleh oknum kopassus dan biar perusahaan melihat dengan adanya kejadian ini dan biar ada efek jera bagi pelaku," tegas Juhani. 



(Fay)