Proyek USB SMK Sering Ditinggal Konsultan, Pelaksana Lapangan Mengeluh - www.perssigap88.co.id
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Proyek USB SMK Sering Ditinggal Konsultan, Pelaksana Lapangan Mengeluh


Lebak-Banten, www.perssigap88.co.id  -  Proyek Pembangunan gedung Unit Sekolah Baru (USB) SMK yang berada di Desa Parungsari Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak disinyalir luput perhatian dan pengawasan dari konsultan, hal ini tentunya akan membuat rawan pekerjaan tidak sesuai spek dan terbengkalai.

Pelaksana lapangan pembangunan gedung tersebut, Budi, menuturkan konsultan maupun pengawas proyek jarang berada di lokasi, sehingga sering terjadi miskomunikasi tentang pekerjaan.

"Konsultan jarang berada di sini, kita aja sering kerepotan, bahkan pernah tekor. Ya rugi lah pak, kita pernah kerjakan tahap pengerjaan akan tetapi setelah selesai dianggap tidak sesuai oleh konsultan dan pengawas, jadi ga dibayar, coba kalau konsultannya stand bye di sini, tentunya hal demikian tidak akan terjadi, makan gaji buta itu mah," ujarnya.

Masih kata Budi, walaupun bangunan yang dikerjakan kontraktor lama masih ada kekurangan, pengerjaan proyek tidak semua menjadi tanggung jawab kontraktor baru. 

"Gedung sekolah oleh kontraktor yang lama banyak kekurangan, itu kalau hujan pasti bocor pak, belum lagi yang retak, namun kami sebagai pelaksana dari kontraktor yang baru hanya melaksanakan yang ada dalam RAB saja, seperti lapangan, dan pagar," terangnya.

Atikah, warga sekitar lokasi bangunan gedung membenarkan konsultan jarang terlihat di lokasi proyek dan adanya hanya sesekali. 

"Jarang ada pak konsultannya, paling hanya sesekali datang, itupun sambil bawa anaknya. Gimana mau benar itu bangunan, ya kita mah sebagai warga cuma jadi penonton, mau gimana lagi," imbuhnya.

Perlu diketahui, proyek miliaran tersebut sempat mangkrak ditahun 2018 sehingga di lelang ulang dan diteruskan  ditahun 2019 oleh kontraktor yang berbeda. Pemprov Banten melalui Disdikbud Banten telah menggelontorkan Rp 2.370.882.000, dari sumber anggaran APBD Provinsi Banten TA 2018. 

Di tahun 2019, untuk pengerjaan tersebut digelontorkan kembali Rp.1.386.000.000, dengan kontraktor CV. Mega Prima, dan konsultan pengawas CV. Ciepa Mandiri Konsulindo.




 (Fay)

Post a comment for "Proyek USB SMK Sering Ditinggal Konsultan, Pelaksana Lapangan Mengeluh"

Sejumlah Tokoh dan Warga Bayah Tolak Rencana PT GMC Sedot Pasir Emas
Nelayan Usir Paksa Kapal Sedang Ngebor di Laut Bayah
Hujan Tak Halangi Satgas Covid-19 Cilacap Melakukan Operasi Masker
Polusi PT. Griya Mandiri Perkasa Cemari Lingkungan Warga Kibin
Tambang Pasir Emas di Laut Bayah, Pundi-pundi Rupiah Undang Bencana