Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Lumpur Dan Puing-puing Sisa Proyek Sungai Cibinuangeun Ancaman Bahaya Banjir


Lebak- Banten, www.perssigap88.co.id - Sedimen lumpur beserta puing-puing bekas bangunan di Sungai Cibinuangeun dikhawatirkan menjadi penyebab tergenangnya areal pesawahan di Blok Leuwi Pondok, Kampung Kamurang Desa Bolang Kecamatan Malingping. Hal ini dikeluhkan masyarakat petani sekitar hamparan sawah tersebut. Pasalnya, lumpur dan puing-puing bekas  bangunan tersebut tidak diangkat  sehingga jika musim hujan air akan meluap ke sawah karena aliran sungai terhambat material yang menumpuk.

Kenih, Pengurus Kelompok Tani (Poktan) Sumber Tani Desa Bolang, saat ditemui menyampaikan kekhawatiran para petani dan warga sekitar akan terdampak banjir luapan sungai Cibinuangeun karena dangkal akibat lumpur dan puing-puing bekas bangunan proyek Cibinuangeun yang ambrol.

"Kita para petani dan masyarakat khawatir akan banjir jika hujan pak, karena lumpur maupun puing-puing bangunan ga diangkat dari sungai, dan dampak ini bukan tanpa alasan karena pernah terjadi ditahun sebelumnya," ujar Kenih.

Selain itu, Kenih pun menyesalkan pengawasan dari proyek sungai Cibinuangeun, baik dari Dinas terkait maupun TP4D, karena pihak kontraktor tidak bertanggungjawab.

"Ini masalah disini baik dari lumpur menutupi sawah, lumpur dan puing-puing sisa bangunan dibiarkan disungai, gimana sih pengawasannya, ini kan proyek miliaran, kemana tuh orang-orang kejaksaan, saya dengar kan dikawal juga, ko dibiarkan, tanpa teguran dan ada tanggung jawabnya," tukasnya.

Masih kata Kenih, dirinya bersama para petani dan masyarakat siap tanda tangan membuat surat menuntut agar segera diselesaikan.

"Kami siap kumpulkan petani dan warga, tanda tangan dan menuntut pihak terkait agar segera menyelesaikan, mau dibawa ke atas juga boleh, karena kami sudah capek sebagai masyarakat kecil tidak direspon dan tidak dianggap oleh semua pihak terkait," pungkasnya.



(Fay)

Post a comment for "Lumpur Dan Puing-puing Sisa Proyek Sungai Cibinuangeun Ancaman Bahaya Banjir"