Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

*Ina Elizabeth Kobak : Benih, Bibit, Obat, Peralatan Gratis dan Pelatihan/Penyuluhan Adalah Solusi Pertanian di Wilayah Timur.*


JAKARTA PERS.SIGAP88.CO.ID Dialog Selasa – Partai NasDem sukses memboyong dan mengantarkan para Milenial untuk menduduki bangku legislative DPR RI periode 2019-2024. Lolosnya milenial-milenial NasDem ini semoga mampu mendobrak harapan baru untuk meraih  Indonesia sehat, Indonesia makmur, Indonesia jaya dan tentu Indonesia unggul.  Hal ini diharapkan oleh Suryo Paloh selaku ketua umum Partai NasDem pada pidatonya lewat pemutaran tayangan video singkat sebelum Dialog Selasa digelarkan.

Dialog Selasa : Ina Elizabeth Kobak diminta menyampaikan kondisi dan realita Pertanian di wilayah Timur khsusunya Papua.

“Rata-rata para Petani di wilayah Timur khususnya Papua masih menggunakan cara konvensional dalam bercocok tanam. Sehingga hal yang paling utama dalam meningkatkan dan mendorong kemajuan komoditas Pertanian yaitu dengan memberikan bantuan serba gratisan  (benih gratis, bibit gratis, obat-obatan gratis, peralatan pertanian gratis, penyuluhan gratis, pelatihan soft skill gratis, magang gratis).

Hal ini dipaparkan oleh Ina Elisabeth Kobak selaku Anggota DPR-RI periode 2019-2024 terpilih dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Dapil Papua pada acara Dialog Selasa dalam rangka menyambut Kongres II dan HUT Partai NasDem dengan thema “Milenial NasDem Goyang Senayan Edisi Hari Tani” di Auditrium DPP Partai NasDem-Menteng Jakarta Pusat, Selasa 24/09/2019.

Para Petani Indonesia khususnya Petani Papua juga hebat-hebat dalam membudidayakan Pertanian dan  Perkebunan, namun kapasitas luas lahan menjadi hal serius yang dialami.

“Kami juga bisa bersaing dengan daerah berkembang seperti Amerika, Korea, Singapura namun terkendalanya adalah sebagian besar lahan-lahan pertanian yang dijadikan tempat usaha sangat kecil-kecil,” Kata Ina, panggilan kerennya.

Infrastruktur Pertanian menjadi salah satu syarat icon pembangunan ekonomi nasional maupun internasional.

Infrastruktur Pertanian yang memadai akan berpengaruh pada tinggi rendahnya  atau peningkatan biaya produksi dan distribusi komoditas pertanian dan memperlancar aliran barang dan jasa pertanian.

“Kami di Papua masih serba kekurangan bahan dan peralatan pertanian (kurangnya benih, bibit, obat-obatan dan peralatan canggih pertanian pendukung lainnya). Selain itu, harga bahan dan alat tersebut juga lumayan mahal. Sehingga Para Petani Papua membutuhkan bahan atau alat Pertanian yang serba gratis,"

Ina menambahkan, kondisi harga hasil pertanian dan perkebunan (Kopi dan lain-lain) yang kurang stabil di Wamena mengakibatkan para milenial kurang berminat pada Komoditas hasil pertanian maupun perkebunan tersebut.

“kalau kita ke starbuck ada kopi, Kopi itu dari pemilik petani milenial asli Wamena. kualitas kopi itu sangat bagus namun Permasalahannya ketika para pedagang ambil kopi dari kami dengan harga murah tetapi dijual keluar dengan harga yang lumayan mahal. Dan petani selalu dibohongi dengan harga yang murah sehingga petani milenial itu minta dipasarkan sendiri keluar daerah tanpa lewat para pedagang lain yang ada disana,”Tutup Ina sambil menyampaikan saran petani kopi yang mengalami  kendala proses pemasaran keluar daerah.


Fridrik Makanlehi

Post a comment for "*Ina Elizabeth Kobak : Benih, Bibit, Obat, Peralatan Gratis dan Pelatihan/Penyuluhan Adalah Solusi Pertanian di Wilayah Timur.*"