POLRI UNTUK RAKYAT
Jakarta perssigap88.co.id - Kapolri baru, Jenderal Suyudi Ario Seto, membawa pesan yang tegas: anggota Polri tidak boleh memeras, menerima suap, merekayasa perkara, menjadi beking kegiatan ilegal, ataupun menggunakan kekerasan secara sewenang-wenang. Ia juga menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari pimpinan dan dibuktikan di lapangan.
Pernyataan ini penting karena menyentuh langsung kegelisahan publik terhadap penyalahgunaan kewenangan oleh oknum aparat. Kini tantangannya adalah menjadikan pesan tersebut bukan sekadar instruksi dari pucuk pimpinan, melainkan budaya kerja sampai ke tingkat paling bawah. Jati diri Polri harus dikembalikan kepada tujuan dasarnya: hadir untuk rakyat, melindungi rakyat, melayani rakyat, dan menegakkan hukum secara adil.
Polisi seharusnya membuat rakyat merasa aman ketika bertemu seragam cokelat, bukan takut atau cemas berhadapan dengan kekuasaan. Karena itu, semangat “Polri untuk Rakyat” harus dibuktikan dengan tindakan nyata: hentikan pemerasan, jangan merekayasa perkara, jangan mempermainkan hukum, dan jangan menjadikan kewenangan sebagai alat menekan masyarakat. Kepercayaan rakyat tidak lahir dari slogan, tetapi dari pengalaman sehari-hari ketika rakyat benar-benar merasakan bahwa polisi berdiri bersama mereka dan hukum bekerja untuk keadilan.
Brastagi, 6 Oktober 2026
#ReformasiPOLRI #POLRIUntukRakyat #MemerasRakyat #MerekayasaKasus #SemuaOrang #JangkauanLuas
Whatsap Redaksi : 083153933777














Posting Komentar untuk "POLRI UNTUK RAKYAT"