Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Siswi MTs di Banjarsari Dikecam Aktivis, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Banten, Perssigap88.co.id - Aktivis di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, Jais Anggara mengecam dugaan tindak kekerasan seksual terhadap seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs). 
Kasus itu menjadi perhatian, setelah beredarnya video yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut di masyarakat.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, peristiwa dugaan kekerasan seksual itu disebut terjadi pada Ahad (05/07/2026), sekira pukul 15.30 WIB, di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.

Keluarga korban mengungkapkan bahwa mereka mengetahui video tersebut telah beredar dan menjadi perbincangan masyarakat. Kondisi itu menambah kekhawatiran keluarga terhadap dampak yang dialami korban, terutama menyangkut privasi, kondisi psikologis, serta masa depannya.

Menurut keterangan keluarga, korban diduga diajak oleh terduga pelaku seorang remaja berinisial IBM, untuk pergi ke Pasar Picung. Namun, dalam perjalanan pulang korban diajak menuju sebuah rumah kontrakan. Di lokasi tersebut korban mengaku mendapati sejumlah orang yang dikenal oleh terduga pelaku.

Keluarga menyebut korban kemudian dibawa ke salah satu kamar dan diduga mengalami pemaksaan seksual. 

Keluarga korban menyatakan telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, baik di tingkat Polsek maupun Polres Lebak. Mereka berharap laporan itu segera ditindaklanjuti secara serius dan transparan.

Keluarga korban juga mengaku memperoleh informasi bahwa terduga pelaku beserta orang tuanya telah dipanggil oleh pihak kepolisian. Namun, keluarga mempertanyakan perkembangan penanganan perkaranya dan berharap memperoleh kejelasan mengenai proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini secara profesional, mengusut dugaan tindak pidana yang terjadi, serta memberikan perlindungan kepada korban," ujar pihak keluarga.

Sementara itu, Jais Anggara selaku aktivis di Kecamatan Banjarsari, Senin (10/10/2026), mengecam keras dugaan kekerasan seksual tersebut. Ia berharap aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap kasus yang melibatkan korban yang masih dibawah umur.

Menurutnya, penanganan perkara harus mengutamakan kepentingan terbaik bagi korban, menjaga kerahasiaan identitasnya, serta memastikan setiap proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kata Jais, kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak dan remaja dari segala bentuk kekerasan seksual. Selain penegakan hukum, perlindungan privasi korban juga harus menjadi perhatian bersama agar korban tidak mengalami tekanan maupun menjadi sasaran stigma sosial.

Hingga berita ini dirilis redaksi belum mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut. 
(Red)


Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Siswi MTs di Banjarsari Dikecam Aktivis, Polisi Diminta Bertindak Tegas


Banten, Perssigap88.co.id - Aktivis di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, Jais Anggara mengecam dugaan tindak kekerasan seksual terhadap seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs). 

Kasus itu menjadi perhatian, setelah beredarnya video yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut di masyarakat.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, peristiwa dugaan kekerasan seksual itu disebut terjadi pada Ahad (05/07/2026), sekira pukul 15.30 WIB, di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.

Keluarga korban mengungkapkan bahwa mereka mengetahui video tersebut telah beredar dan menjadi perbincangan masyarakat. Kondisi itu menambah kekhawatiran keluarga terhadap dampak yang dialami korban, terutama menyangkut privasi, kondisi psikologis, serta masa depannya.

Menurut keterangan keluarga, korban diduga diajak oleh terduga pelaku seorang remaja berinisial IBM, untuk pergi ke Pasar Picung. Namun, dalam perjalanan pulang korban diajak menuju sebuah rumah kontrakan. Di lokasi tersebut korban mengaku mendapati sejumlah orang yang dikenal oleh terduga pelaku.

Keluarga menyebut korban kemudian dibawa ke salah satu kamar dan diduga mengalami pemaksaan seksual. 

Keluarga korban menyatakan telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, baik di tingkat Polsek maupun Polres Lebak. Mereka berharap laporan itu segera ditindaklanjuti secara serius dan transparan.

Keluarga korban juga mengaku memperoleh informasi bahwa terduga pelaku beserta orang tuanya telah dipanggil oleh pihak kepolisian. Namun, keluarga mempertanyakan perkembangan penanganan perkaranya dan berharap memperoleh kejelasan mengenai proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini secara profesional, mengusut dugaan tindak pidana yang terjadi, serta memberikan perlindungan kepada korban," ujar pihak keluarga.

Sementara itu, Jais Anggara selaku aktivis di Kecamatan Banjarsari, Senin (10/10/2026), mengecam keras dugaan kekerasan seksual tersebut. Ia berharap aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap kasus yang melibatkan korban yang masih dibawah umur.

Menurutnya, penanganan perkara harus mengutamakan kepentingan terbaik bagi korban, menjaga kerahasiaan identitasnya, serta memastikan setiap proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kata Jais, kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak dan remaja dari segala bentuk kekerasan seksual. Selain penegakan hukum, perlindungan privasi korban juga harus menjadi perhatian bersama agar korban tidak mengalami tekanan maupun menjadi sasaran stigma sosial.

Hingga berita ini dirilis redaksi belum mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut. 


(Red)



Whatsap Redaksi : 083153933777


 

Posting Komentar untuk "Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Siswi MTs di Banjarsari Dikecam Aktivis, Polisi Diminta Bertindak Tegas"

Pasang Iklan / Adv Bawah ini.



BANGUN DESA, BANGUN INDONESIA
INDOVEX Bukan sekedar pameran, Melainkan sebuah platform kolaborasi nasional yang mempertemukan Pemerintah, Dunia Usaha, Akademisi, Investor, Lembaga keuangan, Komunitas, Media, dan Masyarakat dalam satu ekosistem membangun Desa. 

Melalui pendekatan oktahelix Villages Development, Indovex diharapkan menjadi katalis, Lahirnya investasi, Inovasi, Kemitraan strategis dan tranformasi ekonomi desa menuju desa yang mandiri, Maju, Berdaya saing dan berkelanjutan, Sekaligus mendukung terwujudnya Visi ''Membangun Desa'', Membangun Indonesia.


BANGUN DESA, BANGUN INDONESIA
INDOVEX Bukan sekedar pameran, Melainkan sebuah platform kolaborasi nasional yang mempertemukan Pemerintah, Dunia Usaha, Akademisi, Investor, Lembaga keuangan, Komunitas, Media, dan Masyarakat dalam satu ekosistem membangun Desa. 

Melalui pendekatan oktahelix Villages Development, Indovex diharapkan menjadi katalis, Lahirnya investasi, Inovasi, Kemitraan strategis dan tranformasi ekonomi desa menuju desa yang mandiri, Maju, Berdaya saing dan berkelanjutan, Sekaligus mendukung terwujudnya Visi ''Membangun Desa'', Membangun Indonesia.