Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SPPG di Bejod Ditutup Sementara, Aktivis Pendidikan Bicara

Banten, Perssigap88.co.id - Penutupan sementara operasional SPPG yang berlokasi di Desa Bejod Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak oleh pihak BGN merupakan tindakan yang cukup evaluatif. Tetapi dikalangan pendidikan termasuk warga penerima manfaat mengharapkan adanya kejelasan komparatif dalam penanganan kejadian tersebut. 
Penutupan sementara tersebut diduga erat berkaitan dengan viralnya pemberitaan tentang adanya temuan belatung di menu makanan bergizi gratis (MBG) yang ditemukan dalam ompreng yang diterima siswa di SMKN 1 Wanasalam.

Pemberian sanksi penutupan baik sementara maupun permanen terhadap Dapur SPPG atas sebuah kesalahan perlu juga mempertimbangkan proses grafik perkembangan gizi anak sekolah. Artinya anak sekolah dengan tidak lagi menerima MBG sekian waktu tentu berpengaruh terhadap proses perkembangan gizi anak yang pada akhirnya proses penutupan dalam waktu yang relatif tidak menentu telah berkontribusi terhadap semangat Pak Presiden dalam melaksanakan Program pemberian makanan gizi terhadap anak-anak sekolah, Ibu Hamil dan juga Ibu menyusui. 

Hal tersebut diungkapkan Hida N Hidayat, praktisi sekaligus aktivis pendidikan di Kabupaten Lebak, Banten.

"Harapan kami manakala ada kesalahan dari pihak SPPG, metode penanganannya tidak perlu berlarut, minimal satu hari sudah selesai, kecuali kesalahannya fatal atau sering dilakukan sengaja atau tidak sengaja. Itupun alangkah bagusnya pemberian MBG tidak dihentikan, misalnya pihak BGN memerintahkan agar Dapur SPPG lain yang terdekat bisa membantunya meng-handle Dapur SPPG yang kena sanksi, sehingga penerima manfaat dalam perkembangan gizinya  bisa terukur, terdeteksi secara efektif, dan tidak kembali ke nol lagi, dan pada akhirnya program pemberian makanan bergizi secara nasional bisa tetap berjalan dan dianggap akuntabel" papar Hida N Hidayat, Senin (13/04/2026).

Diberitakan sebelumnya, hewan belatung ditemukan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.
‎Video yang memperlihatkan belatung masih hidup di dalam ompreng makanan pun viral di media sosial.
‎Video itu diambil oleh pihak sekolah kemudian tersebar ke publik.
‎Menurut keterangan, MBG yang ditemukan belatung itu untuk jatah hari Jum'at, 10 April 2026.
‎Setelah ditemukan belatung di dalam MBG, para siswa di sana enggan memakan program dari pemerintah tersebut.
‎Diketahui, MBG yang dikirim ke SMKN 1 Wanasalam berasal dari salah satu SPPG di Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam.
‎Adanya temuan belatung di menu makanan yang seharusnya bergizi itu memantik perhatian aktivis di Lebak, Haes Rumbaka.
‎Haes mengatakan, kejadian seperti itu bukan pertama kali terjadi.
‎Di beberapa sekolah pun pernah ditemukan belatung dalam ompreng MBG, serta ada beberapa item makanan lain yang tampak busuk dan ada juga yang sudah basi namun disajikan ke siswa.
‎"Kejadian ini bukan kali pertama ditemukan adanya belatung di MBG, bahkan sering juga ada makanan udah basi malah tetap disajikan kepada siswa," ucap Haes. Jum'at (10/04/2024).
‎Peristiwa yang terjadi di SMKN 1 Wanasalam ini mesti menjadi perhatian serius dari pihak BGN.
‎Haes mendesak pihak berwenang dalam hal ini Satgas MBG di wilayah Lebak bertindak tegas terhadap Dapur SPPG di Desa Bejod tersebut.
‎"Saya meminta Satgas MBG memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian operasional karena sudah menyalurkan makanan yang akan merugikan kesehatan siswa," tegas Haes.
‎Menurut Haes, kejadian seperti itu tidak boleh ada toleransi dari BGN. Sebab ini menyangkut program pemerintah yang menelan anggaran negara.
‎"Saya sangat berharap BGN bertindak tegas, tidak boleh ada toleransi terhadap Dapur SPPG tersebut," tandasnya.


 (Red)



Whatsap Redaksi : 085231450077


 

Posting Komentar untuk "SPPG di Bejod Ditutup Sementara, Aktivis Pendidikan Bicara"

Pasang Iklan / Adv Bawah ini.



"Saya Tegaskan Untuk Rakyat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Harap Melapor..! "
Carok Di Sampang Satu Orang Luka Parah Satu Orang Mati
Saudara Sepupu Di Banyuates Melakukan Sumpah Pocong Gara-Gara Tuduhan Santet