Kuli Pasir Pencari Nafkah di Pesisir Cihara Meminta Penertiban Penambangan Tidak Tebang Pilih - www.perssigap88.co.id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuli Pasir Pencari Nafkah di Pesisir Cihara Meminta Penertiban Penambangan Tidak Tebang Pilih

Banten, Perssigap88.co.id - Tukang kuli bongkar muat pasir secara manual atau sering disebut 'loding' di pesisir pantai muara Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak melakukan aksi protes di lokasi. 
Warga setempat yang penghasilannya dari hasil menguras keringat ini meminta keadilan atas ditutupnya tempat pengambilan pasir yang menjadi lahan mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Minggu (21/03/2021).

Mereka meminta agar pihak terkait dan pemerintah Kabupaten Lebak agar galian pasir di wilayah muara Cihara dibuka kembali, karena ini berkaitan dengan kepentingan hajat hidup masyarakat kecil yang menggantungkan hidup disini.

Aktivis Lebak Selatan Rahmat Hidayat yang juga selaku Kordinator aksi mengungkapkan, bahwa penutupan lokasi pengambilan pasir di muara Cihara ini terkesan terjadi tebang pilih, kalau memang dikatakan ini lokasi tidak mengantongi izin. Karena menurut Rahmat, lokasi dan kegiatan serupa itu juga terjadi dan ada di Desa dan Kecamatan yang lain. Dan kalau berbicara dan diklaim bahwa ini area perhutani, kenapa juga galian-galian batu bara tidak berizin yang sudah berpuluh-puluh tahun berjalan yang jelas-jelas telah merugikan negara tidak ditutup dan terkesan terjadi pembiaran.

Masyarakat yang bekerja sebagai tukang isi truk pasir/Tukang Loding
“Jangan hanya di muara Cihara saja yang di tutup, tapi semua harus di tertibkan, sesuai dengan aturan yang ada, sehingga tidak terkesan pilih kasih atau tebang pilih.

Karena galian pasir pantai bukan cuma di muara Cihara saja diantaranya ada di galian pasir pantai Rancalele di Desa Sukajadi dan ada galian pasir pantai di Cikumpay Desa Panggarangan Kecamatan Panggarangan dan di Pantai Ciwaru Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah,” ujar Rahmat.

Rahmat mempertanyakan, "kalau memang mau menertibkan atau menutup, kenapa hanya galian pasir pantai Cihara saja yang sudah jelas menjadi mata pencaharian masyarakat kecil seperti ini? Kenapa para penambang pasir kwarsa dan penambang batu bara yang tidak memiliki izin tidak ditutup?" tanya Rahmat.

Masyarakat kuli muat pasir pesisir Cihara memohon, apabila tuntutanya tidak ditanggapi oleh pihak terkait atau Pemda Lebak, maka agar tidak terjadi tebang pilih, agar melakukan penertiban terhadap semua tambang tidak kantongi izin yang ada di wilayah Lebak selatan. 



(red)






 

Posting Komentar untuk "Kuli Pasir Pencari Nafkah di Pesisir Cihara Meminta Penertiban Penambangan Tidak Tebang Pilih"