Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tinggal di Gubuk Reyot Bersama Dua Anaknya, Sadah Berharap Uluran Tangan

Lebak (Banten), Perssigap88.co.id - Seorang janda beranak dua, Sadah (35), tinggal di gubuk reyot sangat tidak layak huni dengan dinding rumah terbuat dari geribig bambu (sejenis bilik bambu -red) yang sudah pada rusak, sementara kayu-kayu penopangnya pun sudah pada rapuh. 
Dalam kesehariannya Sadah berjualan gorengan dan nasi uduk keliling di sekitaran rumah tetangganya. Dari hasil jualan tersebut Sadah mendapatkan keuntungan yang tidak mencukupi kebutuhan ekonominya.

Warga Kampung Sukajadi RT 013 / RW 04, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini mempunyai dua orang anak. Anak pertamanya seorang remaja putus sekolah berusia 17 tahun tidak bekerja, sedangkan yang ke-dua seorang anak yatim berusia 10 tahun bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI).

"Saya punya anak dua, yang pertama umur 17 tahun tidak sekolah juga tidak bekerja dan anak yang kedua umur 10 tahun sudah tidak punya bapak, sekolahnya di MI. Untuk menghidupi kedua anak saya suka jualan gorengan dan nasi uduk dikelilingkan ke tetangga. Dapat uangnya Rp 70.000,- dipotong modal, paling keuntungannya Rp 15.000,- sampai Rp 20.000," kata Sadah.

Lanjut dia, "Saya tinggal di sini sudah lama, namun semenjak bulan kemarin rumah saya mau roboh dan ditolak sama kayu dan bambu, dan genting di samping rumah sudah ambruk," tuturnya.

Ia pun berharap kepada semua kalangan baik pemerintah, dermawan ataupun relawan agar terketuk hatinya untuk membantu membangunkan rumahnya.

"Saya berharap baik kepada pemerintah, relawan ataupun darimana saja untuk membantu saya membangunkan rumah," pintanya, saat diwawancara wartawan di rumahnya, Sabtu sore (19/12/2020).

Di tempat yang sama, Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Upit mengatakan bahwa dirinya sedang berupaya semampunya membantu Sadah agar tempat tinggal warganya tersebut bisa dibangunkan dan dihuni dengan layak.

"Saya sudah upayakan semampu saya, saya sudah laporan kepada desa, paguyuban juga para relawan dan Alhamdulillah ada respon. Semoga saja ada yang berdonasi untuk biaya pembangunan rumah Ibu Sadah," akunya. 


(Fay)








Posting Komentar untuk "Tinggal di Gubuk Reyot Bersama Dua Anaknya, Sadah Berharap Uluran Tangan"