Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Diduga Kongkalikong, FSMB Demo PLN di Depan Kantor UP3 Rangkasbitung

Banten, Perssigap88.co.id - Sejumlah mahasiswa Lebak yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Mahasiswa Banten (FSMB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor UP3 Banten Selatan yang berlokasi di Rangkas Bitung Kabupaten Lebak, Senin (21/09/2020).



Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan adanya dugaan kongkalikong (main mata) antara PT PLN Kabupaten Lebak dan salah satu perusahaan peternakan ayam boiler yang bertempatan di Desa Parungsari, Kecamatan Sajira, terkait monopoli pembayaran tagihan yang tidak masuk akal.

Azis Awaludin, Korlap aksi mengutarakan bahwa, sebelum dilaksanakannya aksi ini FSMB sudah melakukan upaya audiensi dengan pihak terkait. Akan tetapi mereka menilai bahwa apa yang didapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi.

"Hasil audensi dengan pihak PLN tidak terjawab dengan tepat dan by data, kami memilih walk out. Kami (FSMB-red) menduga telah terjadi main mata antara pihak perusahaan ayam boiler dengan PT PLN UPJ Banten selatan, terkait penerangan sementara dengan daya 105.000 daya selama 30 hari nonstop 24 jam per Kwh Rp 9.450 dan tagihan bulanan sebesar hanya Rp16.323.750. Itu tidak logis," teriak Azis Awaludin dalam aksinya.

Azis juga memaparkan bahwa, berdasarkan hasil kajian FSMB, tagihan sebesar Rp16.323.750 selama 30 hari nonstop 24 jam, dengan biaya permeter KWH Rp 9.450 dari daya 105.000, keseluruhan pemakaian selama 30 hari terhitung hanya 90 jam.

FSMB menganggap bahwa sangatlah tidak logis. Pasalnya ia menilai bahwa perusahaan ternak ayam milik pengusaha itu dengan jumlah 100.000 ekor ayam itu tidak cukup 90 jam selama 30 hari.

Dalam pengajuan awal, ungkap Azis, paket penerangan sementara untuk proyek, namun faktanya perusahaan kandang ayam boiler tersebut aktif produksi bukan untuk proyek.

"Jelas ini ada main mata dan dugaan kami pejabat PLN area Banten selatan menikmati hasil kongkalikong dengan perusahaan ayam boiler itu," ungkap Azis dengan nada tegas.

Dalam pandangan Azis, cara pembayaran yang bisa langsung dibayar sebelum adanya pemakaian listrik, hal itu sangat aneh. Tak hanya itu, selama satu tahun perusahaan ternak ayam boiler itu hanya membayar tagihan bulanan dari awal hingga saat ini dengan harga tagihan yang tetap dan sama tiap bulan ke bulan tidak ada perubahan sedikitpun.

Ia juga menegaskan bahwa akan mengawal persoalan ini hingga ke BUMN terutama Dirut PLN Pusat yang ada di Jakarta, agar mengetahui kinerja pegawainya di berbagai daerah terutama di Lebak.

Menanggapi aksi demo FSMB, Helda Susanti, Manajer Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan pada kantor UP3 PLN Banten selatan menilai, aksi demo mahasiswa itu hanya terjadi mis komunikasi saja.

Menurutnya, PLN Banten selatan sudah menjalankan aturan sesuai ketentuan yang ada. Helda juga mengaku bingung, terkait tuduhan pendemo soal tagihan yang disebut tidak sesuai, sementara tagihan itu sudah by sistem.

"Sepertinya kalau menurut saya ada mis saja, kalau menyatakan bahwasanya kita main mata, kayanya kalau dari sisi kita, kita punya data. Kemarin (waktu audiensi-red) kita sudah sampaikan juga," kata Helda.

Dijelaskan, Perusahan ternak ayam itu mengajukan pemasangan aliran listrik pada bulan September 2019, dan pihak PLN sudah menyarankan kepada perusahaan peternakan ayam untuk memasang KWH baru.

"Tapi pihak perusahaan ternak ayam itu sedang tidak punya dana," jelas Helda. 



(AH/Fay)






GMAIL REDAKSI : pt.pers.sigap@gmail.com HATI-HATI MODUS PENIPUAN YANG MENCATUT NAMA MEDIA INI !!!! WARTAWAN KAMI NAMANYA TERCANTUM DI BOX REDAKSI NOMER TELFON REDAKSI 085231450077 Watsapp

Post a comment for "Diduga Kongkalikong, FSMB Demo PLN di Depan Kantor UP3 Rangkasbitung"

Diduga Foto pencuri Sepeda Motor Pasar Sampang Tersebar Luas Di Facebook
Rekontruksi kasus Dugaan Seksual Bangkalan Terlapor Mengklaim Beberapa Kejanggalan
Gubenur Jatim Berikan Bantuan Dana Pada Partai Politik Sebesar Rp 23.041.009.200,00
"Saya Tegaskan Untuk Rakyat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Harap Melapor..! "
Kejati Banten Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Internet Desa