Polres Sampang Lamban Tangani Kasus Pemukulan - www.perssigap88.co.id
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

Polres Sampang Lamban Tangani Kasus Pemukulan

Sampang Perssigap88.co.id   |  Kasus pemukulan yang di lakukan oleh seorang menantu terhadap mertua makin memanas, kasus tersebut di tangani oleh polres sampang dengan STTP/B/307.a/XII/.2019/JATIM/POLRES SAMPANG dengan penerima laporan di SPKT adalah Aipda Reza Purnomo Hadi di tanggal 20 desember 2019, sekitar pukul 10.00 wib di jalan permata didalam rumah pelapor desa banyuanyar, sedangkan pelapor atas nama "MISNA" dan terlapor bernama "MUKIMAH" sesuai dengan bukti laporan LP/B/307/XII/2019/JATIM/RES SAMPANG tanggal 29 desember 2019.

Namun sayangnya misna sangatlah kecewa atas apa yang di lakukan oleh polres sampang karena hingga saat ini masih belum adanya keterangan yang pasti dari pihak kepolisian atas upaya mesna untuk membuat laporan kepada SPKT kepolisian resot sampang terhadap pelapor karena sampai sekarang belum di tangkapnya tersangka bernama Mukimah tersebut.

Saat awak media konfirmasi terhadap penerima laporan Aipda Ririd menerangkan terhadap awak media "Bahwa kami sudah melakukan pemenggilan terhadap tersangka namun panggilan tidak bisa di tindak lanjuti dikarenakan tersangka mempunyai alasan sakit sehingga kami akan melakukan pemanggilan yang kedua kali di hari Senin tanggal 27 tahun 2020 ungkap penerima laporan.

Misna sangat ingin penangkapan tersebut di laksanakan oleh polres sampang karena dia sudah sangat sakit hati, atas luka-luka yang dia derita sampai-sampai hasil dari visum yang ia lakukan di rumah sakit di pertanyakan karena lambannya proses penangkapan terhadap tersangka "Ada apa polisi Sampang lambat dengan penanganan kasus tersebut sehingga kami menunggu nunggu kapan penangkapan terhadap tersangka di lakukan oleh polisi sampang" ungkap misna pada awak media.

Jangka waktu yang diberikan oleh polres resord Sampang selama tiga puluh (30) hari masa kerja sudah lewat tapi tersangka masih belum di amankan oleh petugas "HAL tersebut menjadi pertanyaan besar bagi kami" orang miskin dan takpunya ungakap Misna lagi.




Bersambung




Tim libas 88
Sejumlah Tokoh dan Warga Bayah Tolak Rencana PT GMC Sedot Pasir Emas
Nelayan Usir Paksa Kapal Sedang Ngebor di Laut Bayah
HUT PGRI ke-75, Ranting IV Kecamatan Malingping Gelar Acara Temu Kangen
SENIMAN  BERSHOLAWAT UNTUK KEMENANGAN FORSATU ERJI  DI SURABAYA
Hujan Tak Halangi Satgas Covid-19 Cilacap Melakukan Operasi Masker