Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
test

*Partai NasDem Gelar Orientasi Supporting System DPR RI Pertama Kali*

*Jakarta, Perssigap88.co.id  |* - Partai NasDem melakukan Orientasi Supportyng System (SS) Gelombang Pertama yang kurang lebih 208 peserta,  demi memperkuat dan mendukung kualitas dan kinerja SDM Anggota DPR RI (ADPR) dan MPR RI dari Fraksi NasDem itu sendiri. Orientasi SS DPR/MPR ini dilakukan  selama 3 hari yakni dari 19 - 21 Desember 2019 di Akademi Bela Negara Pancoran Jakarta Selatan, DKI Jakarta (19/12/2019).

SS atau yang terdiri dari Tenaga Ahli Fraksi (TAF), Tenaga Ahli Anggota (TAA), Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Media Center Fraksi,  dan Asisten Pribadi (ASPRI)

Total ADPR Fraksi NasDem berjumlah 59 Orang Periode 2019 -2024.

Satu DPR mempunyai 7 SS yang terdiri dari 2 orang TA ditempatkan dapil dan 3 TA orang lagi ditugaskan di Senayan, dan juga 2 Aspri, sehingga berjumlah 7 orang. Untuk TAF ditugaskan mendamping setiap komisi, AKD, Bamus, Banggar,  dan lain-lain.

SS baru pertama kali dilakukan oleh Fraksi NasDem selama Legislative itu ada, belum ada Partai lain yang melakukan pelatihan atau orientasi semacam ini.

Ketua Fraksi NasDem Ahmad HM Ali, SE mengatakan, Tenaga Ahli DPR bukan tenaga ahli kaleng-kalengan tapi tenaga ahli yang menguasi seluruh ilmu dan kemampuan atau kualitasnya lebih dari ADPR.

"Tenaga Ahli DPR, namanya Ahli artinya Dia harus lebih daripada ADPR, tidak bisa ahli-ahli kalengan-kalengan" Tutur Ahmad Alih selaku Ketua Fraksi 

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali mengatakan, Tugas tenaga ahli bukan buka tutup pintu, angkat-angkat tas dan lain-lain, tapi tenaga ahli itu melakukan Fungsi konseptor, membuat issu brief, mengolah data, memberikan referensi, argumen, pikiran yang cerdas, baik berupa Fungsi Legislasi, Pengawasan dan Anggaran untuk ADPR tersebut. 

Tenaga Ahli/TA DPR bukan tenaga ahli kopi paste dari internet saja tapi TA harus bisa mengkaji dari beberapa aspek, menganisis data, memberikan dan membandingkan regulasi yang yang baik.

"Tenaga Ahli Karena tidak punya basik kemampuan inteleqtual dan tidak mau belajar, ketika diberikan tanggung jawab dan tugas oleh ADPR yang terjadi kopi paste bukan berbasis analisis jadi setiap permasalahan itu harus berbasis analisis yang kemudian ADPR ketika menyampaikan pikiran-pikirannya berbasis analisis atau argumentasi ilmu, bukan kopi paste "buka di google, cari di google kasih ke ADPR", nanti ADPR kita menjadi ADPR kopi paste,"Tegas Ahmad yang menggantikan Ketua Mmum dalam memberikan sambutan.

Walaupun Tenaga Ahli dibidangnya tapi perlu diproses dan dibina untuk menyatukan persepsi atau Pandangan sama demi terwujudnya Visi NasDem

"Semua Kader-kader yang dibina di hari ini,  maupun digelombang keduanya bertumbuh, berproses yang sama, meletakan diei kita bahwa pengetahuan yang kita miliki hari ini,  belumlah apa-apa. Nah kemudian kita butuh orang untuk mau belajar dan membekali dirinya,"Imbau Wakentum, Ahmad Ali kepada seluruh peserta

Penegasan untuk memiliki Partai NasDem juga disampaikan oleh Ketua Fraksi NasDem.

Ahmad Ali menegaskan, SS juga diwajibkan mempunyai Kartu Tanda Anggota (KTA), wajib mengikuti dan melakukan garis-garis Partai NasDem yakni Partai yang  berbasis Restorasi, berideologi, Politik Gagasan, berdaulat secara ekonomi dan bermartabat dalam budaya.

Lanjut Ahmad. Ali menjelaskan, SS ADPR juga merupakan Kader yang dipersiapkan untuk Calon Legislative, Eksekutive dan Yudikative 2024 mendatang.

Didambakan juga oleh ADPR Willy Aditya selaku Pemateri sesi I tentang Ideologi dan Platform Partai NasDem. Selain itu, Wily menegaskan bahwa semua SS wajib mempunyai KTA dan Baju PDH NasDem,  Jika tidak punya KTA maka Panitia  Orientasi segera membuatkannya disini.

Lanjut Wily mengatakan, untuk menjadi bangsa yang maju, unggul dibutuhkan kader yang mempunyai nilai norma, ideologi dan integritasnya jelas. NasDem mempunyai Ideologi Bangsa yang jelas sehingga bagi kita yang sudah menjadi SS wajib memliki intruski Partai NasDem.




*Fridirk Makanlehi*